Pencarian

Setahun Danantara, BUMN Sakit Bangkit: Krakatau Steel Balik Laba, Kimia Farma dan Len Industri Ikut Hijau

Sabtu, 04 Juli 2026 • 16:07:31 WIB
Setahun Danantara, BUMN Sakit Bangkit: Krakatau Steel Balik Laba, Kimia Farma dan Len Industri Ikut Hijau
PT Krakatau Steel berhasil balik laba dan kurangi utang dalam satu tahun terakhir.

NUSA TENGGARA BARAT — Laporan kinerja interim periode April 2025 hingga April 2026 mengungkapkan perbaikan fundamental di sejumlah BUMN yang sebelumnya berada dalam tekanan finansial. PT Krakatau Steel tidak hanya membalikkan rugi menjadi laba, tetapi juga berhasil memangkas beban utang dari sekitar US$1,7 miliar menjadi US$1,1 miliar. Langkah restrukturisasi ini menjadi kunci utama pemulihan perusahaan baja pelat merah tersebut.

Dari Rugi ke Laba: Kisah Pemulihan BUMN Sektor Industri

Perbaikan tidak berhenti di Krakatau Steel. PT Kimia Farma yang sempat mencatat kerugian Rp160 miliar kini membukukan laba Rp108 miliar. Sementara itu, PT Len Industri berhasil berbalik dari rugi Rp228 miliar menjadi laba Rp314 miliar. PT Semen Indonesia (Persero) Tbk juga mencatatkan kenaikan signifikan, dari minus Rp66 miliar menjadi keuntungan Rp106 miliar.

Pola pertumbuhan ini, menurut manajemen Danantara, menunjukkan transformasi tidak bersifat parsial. "Perbaikan kinerja terjadi di berbagai sektor, mulai dari perbankan, logistik, hingga manufaktur. Ini indikasi tata kelola dan konsolidasi pengelolaan BUMN mulai berdampak sistemik," demikian pernyataan resmi yang dikutip dari keterangan CEO Danantara, Rosan Roeslani.

Bank Himbara: Kapitalisasi Rp1.100 Triliun, Bukan Sekadar Kejar Laba

Di sektor perbankan, kapitalisasi pasar gabungan bank-bank Himbara (Himpunan Bank Milik Negara) saat ini mencapai sekitar Rp1.100 triliun. Angka ini setara dengan 10 persen dari total nilai seluruh perusahaan yang tercatat di pasar modal Indonesia.

Rosan Roeslani menegaskan bahwa perbankan BUMN tidak boleh hanya mengejar keuntungan semata. "Perbankan harus dirasakan kehadirannya ke masyarakat dalam bentuk pemberian kesempatan yang sama, dari UMKM, komersial, maupun korporasi," ujarnya.

COO Danantara, Dony Oskaria, menambahkan bahwa pembiayaan harus terus diarahkan ke sektor produktif seperti manufaktur, hilirisasi sumber daya alam, dan infrastruktur. "Dukungan pembiayaan harus mampu menciptakan lapangan kerja dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat," kata Dony.

Pertamina dan Pupuk Indonesia Cetak Laba Jumbo

Dua BUMN strategis lainnya juga mencatat pertumbuhan laba konsolidasi yang signifikan. PT Pertamina (Persero) berhasil meningkatkan laba dari Rp13,9 triliun menjadi Rp24,97 triliun pada periode yang sama. Sementara itu, PT Pupuk Indonesia (Persero) mencatat kenaikan laba dari Rp1,59 triliun menjadi Rp4,82 triliun.

Peningkatan ini, menurut pengamat, menunjukkan bahwa sektor energi dan pangan—yang menjadi tulang punggung perekonomian nasional—mulai berjalan lebih efisien di bawah pengawasan holding Danantara.

Anggota Komisi VI DPR RI, Asep Wahyuwijaya, mengingatkan agar BUMN tidak terlena dengan perbaikan kinerja ini. "Pertumbuhan harus dibangun melalui kemampuan sendiri, kualitas layanan, dan kinerja unggul, bukan dengan budaya meminta perlakuan khusus. Ini soal mentalitas dan semangat kemandirian," tegas Asep.

Bagikan
Sumber: olenka.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks