NUSA TENGGARA BARAT — Pertemuan di fase gugur Piala Dunia ini punya bobot berbeda dibanding laga uji coba. Namun Marquinhos menegaskan pengalaman pahit itu tetap relevan sebagai bahan evaluasi tim.
Kekalahan di Kirin Cup 2025 Jadi Pelajaran Berharga Selecao
"Semua yang kami lalui dalam beberapa tahun terakhir, hingga Piala Dunia ini, telah menjadi pelajaran dan ujian bagi kami," ujar pemain berusia 32 tahun itu. Ia menambahkan timnya sudah menunjukkan perkembangan signifikan di laga-laga terakhir turnamen.
Marquinhos mengakui Jepang bukan lawan sembarangan. "Kami telah menganalisis mereka dalam beberapa hari terakhir. Mereka tim berkualitas tinggi. Strategi kami siap untuk membatasi kekuatan mereka dan memaksimalkan kualitas sendiri," katanya.
Zico Beri Peringatan: 23 dari 26 Pemain Jepang Berkarier di Eropa
Legenda Brasil, Zico, yang dekat dengan sepak bola Jepang, ikut angkat bicara. Ia menyoroti level kompetitif Samurai Biru yang kini jauh meningkat. "Para pemain mereka pergi ke Eropa, sama seperti pemain Brasil dan Amerika Selatan dahulu," ujar Zico.
Data menunjukkan dari 26 pemain Jepang di Piala Dunia 2026, 23 di antaranya bermain di Bundesliga, Serie A, dan Premier League. Ini menjadi indikator nyata kualitas skuad asuhan Hajime Moriyasu.
Modal Jepang: Kemenangan 3-2 atas Brasil di Tahun Sebelumnya
Di sisi lain, pelatih Jepang, Hajime Moriyasu, percaya diri timnya bisa menciptakan kejutan besar. Kemenangan 3-2 atas Brasil di Kirin Cup 2025 menjadi modal utama sekaligus suntikan kepercayaan diri bagi Samurai Biru.
Brasil wajib waspada. Jepang bukan lagi tim underdog yang mudah dikalahkan. Fase gugur Piala Dunia selalu punya cerita kejutan, dan Moriyasu siap menulis babak baru untuk negaranya.