MATARAM — Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal memberikan apresiasi tinggi atas penunjukan Sabolah Al Kalamby sebagai Komisaris PT Mandalika Grand Prix Association (MGPA). Sabolah, yang merupakan pemuda asli Lingkar Mandalika, kini duduk di jajaran manajemen pengelola Pertamina Sirkuit Mandalika di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Lombok Tengah.
"Saya mengucapkan selamat dan ikut bangga salah satu anak muda terbaik di Lombok Tengah diberi kepercayaan duduk di manajemen pengelola Sirkuit Mandalika," ujar Iqbal kepada awak media di Mataram, Minggu (15/12).
Jembatan Komunikasi dengan Warga Lingkar Mandalika
Iqbal menekankan peran strategis Sabolah sebagai komunikator. Sebagai anak yang tumbuh besar di kawasan Mandalika, Sabolah dinilai mampu menjadi simbol integrasi antara kawasan wisata dengan masyarakat setempat.
"Beliau adalah anak asli Lingkar Mandalika. Karena itu beliau adalah simbol penguatan integrasi Kawasan Mandalika dengan masyarakat di lingkar Mandalika dan masyarakat NTB pada umumnya," ucap mantan Duta Besar Indonesia untuk Turki itu.
Pesan Gubernur: Pembangunan Harus Seiring Kesejahteraan Masyarakat
Dalam kesempatan yang sama, Iqbal menitipkan pesan khusus kepada ITDC dan jajaran direksi MGPA yang baru. Ia meminta agar pembangunan di Mandalika berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan warga di sekitarnya.
Penunjukan Sabolah Al Kalamby oleh PT InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) merupakan bagian dari restrukturisasi jajaran direksi dan komisaris MGPA. Langkah ini diambil untuk memperkuat pengembangan wisata olahraga (sport tourism) serta penyelenggaraan event internasional di Mandalika.
Sabolah sebelumnya dikenal sebagai aktivis senior Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Nusa Tenggara Barat. Kiprahnya di organisasi kemahasiswaan dan kedekatannya dengan komunitas lokal menjadi modal utama untuk menjalankan peran barunya. Ia diharapkan mampu menjadi penghubung yang efektif antara perusahaan pengelola sirkuit dengan kebutuhan riil warga yang tinggal di lingkar kawasan KEK Mandalika.