MATARAM — Balai Bahasa Provinsi NTB menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kompetensi Membaca Kritis bagi siswa SMA/SMK sederajat se-Kabupaten Lombok Timur. Kegiatan berlangsung selama dua hari, pada 12 hingga 13 Mei 2026, dan diikuti oleh 200 siswa serta 20 guru pendamping dari berbagai sekolah menengah di wilayah tersebut.
Bekal Kritis di Tengah Banjir Informasi
Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II Kabupaten Lombok Timur, Supriadi, di Aula Dinas Dikpora Kabupaten Lombok Timur. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa literasi kritis kini menjadi kebutuhan dasar, bukan sekadar keterampilan tambahan.
"Di tengah banjir informasi saat ini, kemampuan membaca kritis bukan lagi sekadar keterampilan tambahan, melainkan kebutuhan dasar. Siswa harus mampu memilah, menganalisis, dan mengevaluasi informasi sebelum menerimanya sebagai kebenaran," ujar Supriadi saat membuka acara.
Ia berharap melalui bimtek ini, lahir generasi muda Lombok Timur yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga bijak dalam menyikapi arus informasi yang terus mengalir.
Simulasi Bedah Artikel hingga Deteksi Hoaks
Ketua Tim Pelaksana Bimtek dari Balai Bahasa NTB, Hartanto, menjelaskan bahwa pelatihan ini menggunakan metode pembelajaran aktif dengan pendekatan student-centered learning. Peserta mengikuti sesi interaktif yang mencakup lokakarya, diskusi panel, dan praktik langsung.
Materi yang disampaikan meliputi konsep dasar membaca kritis, teknik analisis argumen dan bukti dalam teks, literasi digital dan deteksi misinformasi, serta strategi menyampaikan pendapat secara logis dan santun. "Peserta akan mengikuti sesi interaktif yang dipandu oleh fasilitator berkompeten, termasuk simulasi bedah artikel, studi kasus hoaks, dan presentasi kelompok," jelas Hartanto.
Target dari kegiatan ini, lanjutnya, agar siswa mampu menerapkan keterampilan membaca kritis dalam pembelajaran sehari-hari dan dalam kehidupan bermasyarakat.
Kolaborasi dengan Media Lokal dan Akademisi
Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II yang membawahi Lombok Timur dan Lombok Tengah turut berkolaborasi dengan praktisi literasi, akademisi, dan perwakilan media lokal dalam penyelenggaraan bimtek ini. Langkah itu diambil untuk memastikan materi yang disampaikan relevan dengan konteks kekinian dan kebutuhan dunia pendidikan daerah.
Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung hingga 13 Mei 2026 dan akan ditutup dengan presentasi hasil diskusi kelompok serta rencana tindak lanjut dari masing-masing sekolah peserta. Dengan adanya bimtek ini, para siswa diharapkan bisa menjadi agen perubahan di sekolah masing-masing dan turut menciptakan ekosistem informasi yang sehat di Kabupaten Lombok Timur.