SELONG — Kunjungan kerja Pemkab Pati ke Lombok Timur berfokus pada studi tiru pengelolaan pendidikan, khususnya upaya membangun dan meningkatkan mutu sekolah. Bupati Lotim Haerul Warisin menyambut langsung rombongan dan memaparkan sejumlah program yang telah berjalan di daerahnya.
Program Unggulan Lotim: dari PAUD hingga Komunitas Belajar
Pemkab Lotim menjalankan sejumlah program untuk meningkatkan mutu pendidikan. Di tingkat PAUD, pemerintah kabupaten melakukan sosialisasi dan advokasi kebijakan serta Survei Lingkungan Belajar (Sulingjar).
Program lain mencakup pelatihan dan penguatan digitalisasi pembelajaran, optimalisasi komunitas belajar tingkat kabupaten, hingga pembentukan komunitas belajar di setiap kecamatan. Pemkab juga mendorong penularan praktik baik antarsekolah serta pemerataan mutu dan prestasi sekolah.
"Itu bentuk-bentuk kolaborasi, komitmen, dan dukungan kami dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan yang lebih baik di Lotim," jelas Haerul Warisin.
Revitalisasi Sekolah: Rp 127 Miliar dari APBN hingga Bantuan CSR
Peningkatan mutu pendidikan di Lotim juga ditempuh melalui revitalisasi satuan pendidikan. Pada 2026, total anggaran dari APBN untuk revitalisasi sekolah dari jenjang PAUD hingga SMP mencapai Rp 127 miliar.
Selain APBN, revitalisasi didukung APBD sebesar Rp 16 miliar dan pokir DPRD senilai Rp 18 miliar, serta bantuan CSR. Pemkab Lotim berkolaborasi dengan Komisi X DPR RI, DPD, DPRD Lotim, dan Happy Hearts Australia untuk program tersebut.
Pembinaan Prestasi Siswa lewat Kalender Kompetisi
Untuk meningkatkan prestasi, Pemkab Lotim membina minat dan bakat siswa melalui kalender kompetisi serta penyediaan ruang kompetisi secara mandiri maupun lewat kolaborasi. Penghargaan bagi siswa berprestasi disediakan dari anggaran Dikbud dan Baznas Lotim.
Dikbud Lotim juga menjalin kerja sama dengan sejumlah mitra, baik NGO maupun universitas, untuk mendukung pembinaan tersebut. Rombongan Pemkab Pati diharapkan dapat mengadopsi sejumlah praktik yang relevan dengan kondisi daerahnya.