MATARAM — Rumah pengering inovatif itu dirancang khusus agar proses pengeringan bubur kertas lebih optimal tanpa terganggu hujan, debu, maupun kontaminasi lingkungan. Tim pengabdian masyarakat Teknik Industri Unram menyerahkan fasilitas tersebut ke sentra kerajinan The Griya Lombok milik Theo Setiadi Suteja.
Pendampingan yang diberikan tidak berhenti di teknologi. Tim juga membina perajin sejak teknik pengolahan limbah kertas menjadi bubur kertas hingga tahap pengeringan menggunakan rumah berbasis energi matahari.
Mengapa Pengeringan Konvensional Jadi Kendala Produksi
Selama ini proses pengeringan bubur kertas mengandalkan panas matahari langsung. Cara tersebut rentan gagal saat musim hujan tiba dan membuat produksi kerajinan daur ulang tersendat.
Rumah pengering menutup celah itu dengan melindungi bahan dari air dan kotoran, sekaligus mempercepat keluarnya kadar air. Efisiensi produksi di The Griya Lombok diyakini meningkat drastis, sementara mutu produk tetap terjaga.
Limbah Kertas Disulap Jadi Produk Bernilai Ekonomi Tinggi
Made Wijana selaku ketua tim menyebut pemanfaatan teknologi ini diharapkan memberi solusi praktis bagi warga. Menurutnya, limbah kertas punya peluang besar diolah menjadi produk bernilai jual.
"Kegiatan ini sekaligus mendorong penerapan teknologi tepat guna, ekonomi sirkular, dan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan," ujar Made Wijana kepada Koran ini, Rabu (28/10).
Kolaborasi Teknik Industri Unram dan The Griya Lombok juga dinilai selaras dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Dampaknya bukan hanya pada produktivitas perajin, tetapi juga pada pengelolaan lingkungan di sekitar sentra kerajinan.
Teknologi Tepat Guna yang Bisa Direplikasi Sentra Lain
Rancangan rumah pengering sengaja dibuat sederhana agar mudah dibangun dan dirawat. Pendekatan itu membuka peluang replikasi di sentra kerajinan daur ulang lain di Lombok yang menghadapi persoalan serupa.
Bagi perajin, kepastian waktu pengeringan berarti jadwal produksi lebih terukur dan pesanan bisa dipenuhi tepat waktu. Faktor cuaca tak lagi menjadi penentu tunggal kelangsungan usaha.