Pencarian

Revitalisasi 124 Sekolah di Lombok Timur dan Sumbawa Rampung, Mendikdasmen Abdul Mu’ti: Fasilitas Layak Awal Pendidikan Bermutu

Senin, 18 Mei 2026 • 12:10:07 WIB
Revitalisasi 124 Sekolah di Lombok Timur dan Sumbawa Rampung, Mendikdasmen Abdul Mu’ti: Fasilitas Layak Awal Pendidikan Bermutu
Revitalisasi 124 sekolah di Lombok Timur dan Sumbawa selesai dengan fasilitas belajar yang lebih baik.

LOMBOK TIMUR — Ribuan murid di Nusa Tenggara Barat mulai merasakan dampak langsung program revitalisasi sekolah yang digelontorkan pemerintah pusat. Total 124 sekolah di dua kabupaten—87 unit di Lombok Timur dan 37 unit di Sumbawa—kini beroperasi dengan fasilitas belajar yang lebih representatif.

Mendikdasmen Abdul Mu’ti menegaskan bahwa pembangunan fisik ini bukanlah tujuan akhir. “Revitalisasi dan digitalisasi bukan tujuan akhir, tetapi bagian dari usaha meningkatkan kualitas layanan pendidikan agar mampu melahirkan sumber daya manusia unggul, terampil, mandiri, dan berakhlak mulia,” ujarnya dalam sambutan peresmian di SMK Negeri 1 Sikur, Ahad (18/5/2026).

Anggaran Rp 527,5 Miliar untuk 531 Sekolah di NTB

Secara keseluruhan, pemerintah melalui Kemendikdasmen mengalokasikan bantuan revitalisasi untuk 531 sekolah di Provinsi NTB pada 2025. Anggaran yang digelontorkan mencapai Rp527,5 miliar.

Rinciannya meliputi 69 PAUD, 227 SD, 107 SMP, 60 SMA, 37 SMK, 20 SLB, dan 11 PKBM/SKB. Khusus untuk Lombok Timur, anggaran yang digelontorkan untuk 87 sekolah mencapai Rp105,9 miliar. Sementara Sumbawa menerima alokasi Rp38,1 miliar untuk 37 sekolah.

Digitalisasi: 7.080 Papan Panel Interaktif Tersebar ke Sekolah

Tak hanya bangunan fisik, program ini juga diiringi digitalisasi pendidikan. Pemerintah mendistribusikan 7.080 unit Interactive Flat Panel (IFP) ke ribuan sekolah di NTB dengan total anggaran Rp236,1 miliar. Abdul Mu’ti menekankan pentingnya teknologi modern bagi siswa di daerah. “Setiap anak berhak belajar dengan teknologi modern. Kami berharap fasilitas yang sudah diterima bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” katanya.

Dari Double Shift ke Belajar Pagi Penuh

Kepala SMK Negeri 1 Sikur, Hasbi Ahmad, mengungkapkan bahwa revitalisasi mengubah total sistem pembelajaran di sekolahnya. Sebelumnya, keterbatasan ruang kelas memaksa penerapan sistem double shift. Kini seluruh siswa bisa belajar pada pagi hari dengan fasilitas baru.

“Motivasi anak-anak sekarang jauh lebih tinggi karena sudah memiliki ruang belajar yang nyaman,” ujar Hasbi. SMK Negeri 1 Sikur menerima bantuan pembangunan ruang praktik dan ruang kelas baru senilai Rp978 juta.

Laboratorium Baru, Semangat Baru

Para siswa merasakan langsung perubahannya. Adinda, murid SMK Negeri 1 Sikur, mengaku lebih nyaman belajar di laboratorium baru. “Sekarang ruangannya lebih terang, luas, dan nyaman. Kami jadi lebih semangat belajar,” katanya.

Hal senada diungkapkan Natasha, siswa Program Keahlian Kecantikan. “Dulu ruang praktik gabungan dan sempit. Sekarang lebih besar dan nyaman,” ungkapnya.

SLB Juga Terjamah: Ruang Kelas dan Keterampilan Baru

Program revitalisasi juga menyasar sekolah luar biasa. Kepala SLB Negeri 3 Lombok Timur, Azri Sofyan, melaporkan sekolahnya menerima bantuan dua ruang kelas, dua ruang keterampilan, dan satu paket toilet. Sebelum revitalisasi, sejumlah rombongan belajar harus berbagi satu ruangan karena keterbatasan fasilitas.

“Sekarang kegiatan belajar jauh lebih kondusif. Murid sangat antusias karena memiliki ruang praktik keterampilan yang lebih baik,” kata Azri. Pemerintah berharap program ini mempercepat pemerataan kualitas pendidikan nasional sekaligus meningkatkan kenyamanan belajar siswa di seluruh Indonesia.

Bagikan
Sumber: maklumat.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks