Pencarian

Kolonel Inf. Drs. Isnaini, M.Si. Siap Kembali ke Bima: Dari Guru Militer hingga Calon Pemimpin Daerah 2030

Jumat, 15 Mei 2026 • 16:37:01 WIB
Kolonel Inf. Drs. Isnaini, M.Si. Siap Kembali ke Bima: Dari Guru Militer hingga Calon Pemimpin Daerah 2030
Kolonel Inf. Drs. Isnaini, M.Si. siap kembali ke Bima untuk mengabdi dan bersilaturahmi.

BIMA — Sebuah pesan singkat dari Kolonel Inf. Drs. Isnaini, M.Si. pada 16 Mei 2026 melalui WhatsApp memantik perbincangan hangat di kalangan warga Kabupaten Bima. “Siap kembali ke daerah kelahiran untuk bersilaturahmi dan mengabdi,” tulisnya. Kalimat pendek itu, bagi sebagian masyarakat, bukan sekadar kabar biasa. Ia dianggap sebagai sinyal awal kembalinya seorang putra daerah yang menghabiskan puluhan tahun mengabdi di institusi militer.

Lahir di Kaki Perbukitan Wawo

Isnaini tumbuh di Desa Maria, sebuah desa yang dikenal tenang dan sarat nilai budaya. Lingkungan tempatnya dibesarkan membentuk karakter yang dekat dengan agama, adat, dan solidaritas sosial. Masyarakat Wawo mengenalnya sebagai sosok sederhana yang tak pernah melupakan asal-usul, meskipun tugasnya kerap membawanya ke berbagai penjuru negeri.

Jejak Karier: Dari Secapaad hingga Dandodikjur

Perjalanan militernya terbilang panjang. Ia pernah menjadi Guru Militer dan pelatih di Secapaad Bandung. Tak hanya itu, ia juga menjabat sebagai Danramil di Sumbawa, NTB, Dandenma Rindam I/Bukit Barisan, hingga Kasdim 0306/50 Kota Sumatera Barat. Jabatan strategis lainnya seperti Kabagminvet Babinminvetcaddam I/BB, Irdya Verifikasi Keuangan Kodam I/BB, Kepala Tim Pelatih Rindam I/BB, hingga Dandodikjur Rindam I/BB juga pernah diembannya.

Pengalaman di bidang manajerial dan birokrasi militer itu membuat banyak kalangan menilai ia memiliki modal kepemimpinan yang matang. Latar belakangnya sebagai perwira tinggi dianggap memberi nilai tambah dalam hal disiplin, pengambilan keputusan, dan tata kelola pemerintahan yang tertib.

Mengapa Namanya Mulai Diperbincangkan?

Menjelang pesta demokrasi 2030, suhu politik di Bima perlahan memanas. Nama Isnaini muncul bukan dari lingkaran elite politik lama, melainkan dari dunia pengabdian yang berbeda. Warga dari berbagai wilayah—Wawo, Sape, hingga Tambora—mulai menyebutnya sebagai alternatif pemimpin baru. Harapan itu lahir secara alami dari warung kopi hingga ruang diskusi masyarakat.

“Bima membutuhkan sosok yang mampu menghadirkan pemerintahan bersih, pelayanan publik yang kuat, dan pembangunan merata hingga pelosok,” ujar seorang warga yang namanya enggan disebut. Kerinduan ini muncul di tengah persoalan infrastruktur, lapangan kerja, dan penguatan ekonomi yang masih menjadi pekerjaan rumah daerah.

Visi “Bima Sejahtera, Makmur, Aman, Religius”

Seiring dengan namanya yang mencuat, visi “Bima Sejahtera, Makmur, Aman, Religius” mulai dikaitkan dengan sosok Isnaini. Visi itu dianggap mencerminkan karakter masyarakat Bima sekaligus kebutuhan pembangunan masa depan. Bukan hanya soal pertumbuhan ekonomi, tetapi juga keamanan sosial, nilai keagamaan, dan keadilan pembangunan.

Perjalanan menuju 2030 masih panjang. Namun dari Desa Maria di kaki Wawo, harapan baru telah mulai bersemi. Bagi sebagian warga, kepemimpinan bukan sekadar soal jabatan politik, melainkan kehadiran sosok yang bisa menjadi teladan dan pelindung.

Bagikan
Sumber: tamborapost.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks