MATARAM — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) resmi meluncurkan aplikasi My LPTQ NTB sebagai upaya mentransformasi pembelajaran Alquran ke platform digital. Langkah ini diambil agar generasi muda tetap dekat dengan Alquran melalui perangkat yang mereka gunakan sehari-hari.
Aplikasi tersebut dikelola oleh Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) NTB. Sekretaris Daerah NTB yang juga Ketua Umum LPTQ NTB, Abul Chair, mengatakan bahwa aplikasi ini tidak boleh menjadi gudang konten yang mati. Ia mendorong agar fitur di dalamnya terus diperbarui secara berkala.
Fitur Kelas Virtual dan Tanya Jawab dengan Tuan Guru
Dalam sambutannya saat acara soft launching di Masjid Nurul Hidayah, Sabtu (16/5) malam, Abul Chair meminta agar aplikasi My LPTQ NTB dilengkapi dengan fitur kelas virtual. Menurutnya, konten harus selalu segar dengan melibatkan akademisi dan para tuan guru.
“Saya berharap nanti ada fitur kelas virtual dan tidak sepi aktivitas dengan konten yang update oleh akademisi maupun para tuan guru,” ujarnya. Acara tersebut dihadiri oleh para bupati, wali kota, dan pengurus LPTQ se-NTB.
Alquran Smart hingga Audio Tilawah Qori Internasional
Ketua Harian LPTQ NTB TGH Sabarudin menjelaskan, aplikasi My LPTQ NTB memiliki beberapa fitur utama. Pertama, Alquran Smart yang memuat materi qiraat, tafsir, hingga tahfiz. Kedua, fitur “Guruku” yang memungkinkan pengguna bertanya jawab soal keislaman secara langsung.
Selain itu, aplikasi ini juga menyediakan informasi kegiatan LPTQ serta audio tilawah dari para qori internasional asal NTB. Sabarudin menekankan bahwa aplikasi ini dirancang agar tidak hanya diunduh, tetapi benar-benar dimanfaatkan sebagai jalan dakwah.
“Kami berharap aplikasi ini tidak hanya diunduh, tetapi juga diniatkan sebagai jalan dakwah dan amal jariyah bagi siapa saja yang memanfaatkannya untuk pengembangan pembelajaran Alquran,” katanya.
Peluncuran Resmi Bertepatan dengan MTQ Provinsi NTB
Pemprov NTB menargetkan aplikasi My LPTQ NTB dapat menjadi panduan bagi para guru ngaji di kampung-kampung. Sabarudin mengatakan, perkembangan teknologi tidak boleh menjauhkan generasi muda dari pembelajaran Alquran, justru harus menjadi jembatan.
Aplikasi ini rencananya akan diluncurkan secara resmi pada pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi NTB di Praya, Lombok Tengah, Juni mendatang. Sekda Abul Chair juga mengingatkan agar MTQ tidak sekadar menjadi ajang perlombaan, melainkan ruang syiar Islam yang membentuk karakter dan peradaban Islami dalam kehidupan masyarakat.