Pencarian

Lombok Ethno Fusion Tembus Lima Besar Nominasi AMI Awards 2026 Kategori Musik Global

Selasa, 22 September 2026 • 13:01:31 WIB
Lombok Ethno Fusion Tembus Lima Besar Nominasi AMI Awards 2026 Kategori Musik Global
Grup band Lombok Ethno Fusion terpilih sebagai salah satu dari lima besar nominasi AMI Awards 2026 kategori Karya Produksi Musik Global.

MATARAM — Lombok Ethno Fusion membawa nama Nusa Tenggara Barat ke panggung musik nasional. Grup band ini terpilih sebagai salah satu dari lima besar nominasi AMI Awards 2026 untuk kategori Karya Produksi Musik Global. Karya yang masuk nominasi adalah lagu instrumental mereka.

Gitaris Lombok Ethno Fusion, Chandra Irawan, menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Ia menyebut persaingan di kategori musik global cukup ketat karena banyak grup yang mendaftarkan karyanya.

"Jadi, kami terpilih lima besar dari semua grup yang yang mendaftarkan karyanya di kategori musik global atau world music itu, kami benar-benar syukur dan tentunya bikin kami lebih termotivasi untuk berkarya lagi," ujarnya kepada Suara NTB, Selasa (22/9/2026).

Perpaduan Musik Tradisi Sasak dan Jazz

Nama Lombok Ethno Fusion sudah menggambarkan arah musikal band ini. Kata "Ethno" merujuk pada elemen musik etnis Lombok, yakni Sasak. Sementara "Fusion" mengacu pada subgenre jazz.

Chandra menegaskan, karya Lombok Ethno Fusion bukan sepenuhnya musik tradisional. Semua lagu mereka memiliki benang merah perpaduan antara musik tradisi dan jazz.

"Jadi semua karya kita rata-rata benang merahnya ke percampuran antara musik tradisi dan jazz. Karena kalau menurut saya musik jazz itu lebih lebih lentur atau lebih universal untuk digabungkan dibandingkan dengan jenis musik lain," terangnya.

Sejak berdiri pada 2023, Lombok Ethno Fusion telah merilis tujuh lagu. Tiga di antaranya berlirik, sedangkan empat lainnya instrumental. Bahasa yang digunakan pun beragam, mulai dari Inggris, Indonesia, hingga Sasak.

"Lebih banyak instrumen instrumental. Kayak yang masuk di AMI Awards 2026 ini nominasinya karya kita yang instrumental," tuturnya.

Visi Memperkenalkan Budaya Sasak ke Panggung Dunia

Pilihan konsep musik itu bukan tanpa alasan. Lombok Ethno Fusion ingin memperkenalkan kekayaan budaya dan tradisi Sasak, sekaligus NTB pada umumnya, ke pendengar yang lebih luas.

Dengan sentuhan modern, karya yang berakar pada tradisi itu diharapkan bisa dinikmati pendengar dari berbagai negara. Strategi tersebut membawa band ini tampil di sejumlah panggung internasional.

Pada 2024, Lombok Ethno Fusion tour ke Eropa. Mereka manggung di Moscow Jazz Festival dan Igor Butler Jazz Club. Di dalam negeri, mereka pernah tampil di Jogja, Magelang, hingga Bali.

"Prinsip saya, kita orang Lombok mau main rock, mau main jazz, mau main blues, mau main pop, kita harus memunculkan identitas kita sebagai orang Lombok," kata Chandra.

Harapan agar Pemerintah Perhatikan Ekosistem Musik Daerah

Chandra menilai keinginan bandnya menembus panggung internasional sejalan dengan visi pemerintah daerah, NTB Mendunia. Menurutnya, banyak elemen kebudayaan dan pariwisata yang bisa dipromosikan lewat musik.

Namun, ia menyoroti perhatian pemerintah terhadap potensi musik sebagai media promosi yang dinilainya belum ada. Lombok Ethno Fusion mengaku selalu kesulitan saat harus manggung di luar negeri karena terhimpit anggaran.

Salah satu undangan yang batal adalah saat band ini dijadwalkan tampil di Serbia. Penyebabnya kesulitan biaya pengurusan visa.

"Jadi kita memohon agar pemerintah provinsi lebih lebih melihat kami. Artinya dengan tagline-nya NTB Mendunia, sesuai dengan kami yang diundang ke luar negeri," pungkasnya.

Follow lombok24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: suarantb.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks