SUMBAWA BESAR — Kepala Bapperida Kabupaten Sumbawa, Dr. Dedi Heriwibowo, menyebut penurunan TPT dari 2,6 persen menjadi 2,3 persen belum cukup. Data Badan Pusat Statistik 2024 menjadi dasar perhitungan angka pengangguran yang kini mencapai sekitar 12.111 orang.
Pemkab Sumbawa menyiapkan stimulus agar sektor usaha terus bergerak dan berkembang. Perputaran ekonomi diyakini membuka lapangan kerja baru, terutama di sektor pertanian yang masih menjadi penyumbang terbesar penyerapan tenaga kerja.
Pertanian dan KUR Jadi Andalan
“Sektor pertanian masih menjadi penyumbang tertinggi dalam upaya penurunan angka pengangguran dan itu harus terus kita jaga. Kami juga akan terus mendorong sektor lainnya untuk terus berperan,” ucap Dedi.
Pertumbuhan ekonomi Sumbawa yang mencapai 5,3 persen dinilai memberi ruang bagi pemerintah untuk menekan angka pengangguran. Indikator itu juga menunjukkan angkatan kerja bertambah seiring bertumbuhnya aktivitas ekonomi daerah.
Pemkab menggandeng perbankan untuk menyalurkan modal usaha lewat Kredit Usaha Rakyat (KUR). “Kami juga akan terus berkoordinasi dengan perbankan untuk bisa memberikan modal usaha. Permodalan ini dianggap sangat penting melalui KUR dalam upaya menumbuhkan sektor usaha baru,” jelas Dedi.
Kuota Diklat Hanya 16 Orang per Kelas
Keterbatasan kapasitas pelatihan menjadi salah satu penyebab tingginya TPT di Sumbawa. Ruang kelas, anggaran, dan sarana penunjang dinilai belum memadai untuk menyiapkan tenaga kerja sesuai kebutuhan perusahaan.
Balai Latihan Kerja (BLK) setempat hanya mampu menampung 16 orang per kelas. Dedi menyebut kapasitas itu membuat daerah hanya bisa mencetak 48 tenaga terampil untuk sektor diklat alat berat, perbaikan AC residensial, dan pengelasan.
“Kuota kita hanya 16 orang per satu kelas. Artinya, kita hanya mampu menciptakan tenaga terampil sebanyak 48 orang untuk sektor tersebut,” ucapnya.
Koordinasi dengan Perusahaan Dibuka
Pemkab Sumbawa berencana memperluas pelatihan tenaga kerja lokal sekaligus menjalin komunikasi dengan perusahaan yang membutuhkan pekerja. Harapannya, kebutuhan tenaga kerja bisa dipetakan lebih awal dan disiapkan lewat pelatihan daerah.
Langkah itu menyasar penurunan TPT secara bertahap. Stimulus usaha, permodalan KUR, dan pelatihan kerja disiapkan berjalan bersamaan agar serapan tenaga kerja di Sumbawa ikut naik.