Pencarian

Produksi Amman Mineral Meroket 110%, Laba Berbalik ke Rp 2,8 Triliun

Kamis, 03 September 2026 • 07:51:31 WIB
Produksi Amman Mineral Meroket 110%, Laba Berbalik ke Rp 2,8 Triliun
Produksi konsentrat Amman Mineral pada kuartal I 2026 melonjak 110% menjadi 167.792 metrik ton kering.

NUSA TENGGARA BARAT — Amman Mineral tak lagi bergantung pada bijih berkadar rendah. Setelah menyelesaikan transisi ke Fase 8 di Tambang Batu Hijau, Nusa Tenggara Barat (NTB), perusahaan menikmati lompatan produksi yang signifikan. Volume bijih segar yang ditambang melonjak dari 1 juta ton menjadi 38 juta ton pada kuartal pertama 2026.

Kenaikan volume itu dibarengi dengan perbaikan kualitas material tambang. Kadar tembaga naik dari 0,31% menjadi 0,53%, sementara kadar emas meningkat dari 0,17 gram per ton menjadi 0,54 gram per ton.

Laba Terbang Berkat Fase 8 dan Smelter Rampung

Direktur Utama Amman Mineral, Arief Sidarto, menyebut kinerja solid di semua lini bisnis sebagai pendorong utama. Produksi konsentrat melonjak 110% menjadi 167.792 metrik ton kering pada kuartal I 2026.

Kandungan tembaga dalam konsentrat itu melesat 173% menjadi 101 juta pon, dan emas naik 321% menjadi 136.115 ons. "Kami mengawali tahun 2026 dengan eksekusi yang kuat dan kinerja operasional yang solid di seluruh lini bisnis," ujar Arief.

Peralihan ke Fase 8 bertepatan dengan beroperasinya smelter milik perusahaan. Amman Mineral memproduksi 27.670 ton katoda tembaga dan 66.209 ons emas murni di kuartal tersebut. Rantai bisnis perusahaan kini terintegrasi penuh dari hulu hingga hilir.

Pendapatan Melonjak 385 Kali Lipat

Hasilnya, pendapatan perusahaan pada kuartal I 2026 mencapai US$ 807,91 juta atau sekitar Rp 14,35 triliun. Angka ini berbanding terbalik dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya US$ 2,1 juta.

Penopang utama pendapatan adalah penjualan katoda tembaga senilai US$ 391 juta, disusul konsentrat US$ 334 juta, dan emas murni US$ 82 juta. Stabilnya operasional smelter menjadi kunci terbukanya aliran pendapatan baru ini.

Presiden Direktur Amman Mineral Nusa Tenggara, Rachmat Makkasau, memproyeksikan produksi katoda tembaga mencapai 162.662 ton pada 2026 dan hampir dua kali lipat menjadi 310.256 ton pada 2027. Produksi emas juga ditargetkan naik dari 16,1 ton menjadi 28,67 ton dalam periode yang sama.

Elang, Tambang Raksasa Pendukung Masa Depan

Perusahaan tidak berhenti di Batu Hijau. Amman Mineral menyiapkan tambang Elang sebagai mesin pertumbuhan berikutnya. Blok ini menyimpan cadangan bijih sekitar 2,52 miliar ton, hampir empat kali lipat cadangan Batu Hijau, dengan kandungan 17,78 miliar pon tembaga dan 26,44 juta ons emas.

Deposit yang ditemukan pada 1991 itu masuk kategori Super Giant Cu-Au Porphyry menurut klasifikasi United States Geological Survey (USGS). Ini menjadikannya salah satu sumber daya tembaga dan emas terbesar di dunia yang belum digarap.

Penambangan di Cebakan Elang direncanakan berjalan setelah usia Tambang Batu Hijau berakhir pada 2046. "Peningkatan cadangan berpotensi mendorong produksi dan memperpanjang umur tambang secara signifikan, tidak hanya berdampak positif bagi bisnis, namun juga memperkuat kontribusi terhadap industri pertambangan, perekonomian daerah dan nasional," kata VP Corporate Communications Amman Mineral, Kartika Octaviana.

Amman Mineral juga memperluas pabrik konsentrator untuk menggandakan kapasitas pengolahan bijih menjadi sekitar 85 juta ton per tahun. Perusahaan mengoptimalkan pengolahan dengan kecerdasan buatan bernama AIDA yang meningkatkan perolehan mineral sekitar 2,5%.

Follow lombok24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: katadata.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks