NUSA TENGGARA BARAT — PT BYD Motor Indonesia menegaskan komitmennya terhadap pasar Tanah Air dengan merealisasikan produksi lokal di pabrik Subang yang menelan investasi Rp11,7 triliun dan berdiri di lahan seluas 126 hektare. Peresmian fasilitas ini dijadwalkan berlangsung pada Kamis (3/9), dan yang menarik, lini produksi telah berjalan lebih dulu untuk merakit tiga model utama.
Head of Marketing PR and Government Relations BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, menyatakan bahwa fasilitas Subang saat ini memproduksi tiga model sekaligus. "Saat ini kita masih mengalkulasi karena fasilitas kami ini, selain memproduksi BYD M6 DM, dia juga memproduksi BYD M6 EV dan juga Atto 1, dan akan dimanfaatkan juga beberapa produk lainnya," ujarnya belum lama ini.
Kehadiran pabrik ini menjadi jawaban atas fasilitas impor utuh (CBU) yang diberikan pemerintah hingga akhir 2025. Dengan beroperasinya pabrik Subang, BYD resmi memenuhi kewajiban investasi yang menjadi syarat relaksasi tersebut.
Jalur Produksi Subang dan Dampaknya ke Harga
Kepastian produksi lokal ini berdampak langsung pada tiga lini produk. Selain memenuhi aturan TKDN, perakitan di dalam negeri berpotensi menekan biaya logistik dan bea masuk, yang pada akhirnya mempengaruhi harga jual ketiga model di pasar otomotif Indonesia.
BYD M6 DM: PHEV Pertama dengan 4.000 Pesanan
Model plug-in hybrid pertama BYD di Indonesia ini resmi meluncur pada Jumat, 12 Juni 2026, dengan banderol mulai Rp298 juta hingga Rp390 juta. BYD mencatat akumulasi pesanan M6 DM telah menembus 4.000 unit hingga akhir Juli 2026, berasal dari berbagai wilayah di Tanah Air.
Secara basis, M6 DM dibangun dari platform yang sama dengan M6 EV, namun mengalami sejumlah perubahan signifikan. Mesin hadir di kap depan, disertai gril baru, desain pelek berbeda, tanpa sunroof, emblem khusus PHEV, hingga keberadaan knalpot. Tuas persneling yang semula berada di konsol tengah juga dipindahkan ke sisi kanan kolom kemudi.
BYD Atto 1: City Car Listrik dengan Penyegaran Menyeluruh
Atto 1 menjadi model termurah BYD di Indonesia. Memasuki Mei 2026, model ini menerima penyegaran di seluruh varian yang meliputi electronic column shifter dan desain baru pada center console. Pada Jumat, 15 Mei 2026, BYD menghadirkan varian STD baru dengan harga Rp199 juta, sementara varian Dynamic dan Premium masing-masing dibanderol Rp210 juta dan Rp245 juta.
- Atto 1 STD: dilengkapi rear view camera, steering wheel tilt adjustment, layar infotainment 10,1 inci, pelek 15 inci dengan wheel cover, dan lampu halogen projector.
- Atto 1 Dynamic: menambah electric folding mirror dan electric driver seat adjustment enam arah di atas spesifikasi STD.
- Atto 1 Premium: hadir dengan panoramic image dan layar infotainment 12,8 inci sebagai fitur unggulan.
Sepanjang 2025, Atto 1 mencatatkan penjualan lebih dari 22.500 unit. Angka tersebut menjadikannya salah satu kendaraan listrik terlaris di pasar nasional.
BYD M6 EV: Baterai Lebih Besar dan Produksi Penuh di Tanah Air
MPV listrik murni yang mulai mengaspal sejak 2024 ini kembali diperbarui. Penyegaran diperkenalkan pada Rabu (29/7) di GIIAS 2026, dengan klaim bahwa M6 EV kini diproduksi sepenuhnya di Indonesia.
Pembaruan paling signifikan terletak pada sektor penggerak. Kapasitas baterai varian Standard naik dari 55,4 kWh menjadi 58 kWh, menghasilkan tenaga 150 kW dan torsi 310 Nm. BYD mengeklaim akselerasi 0-100 km/jam dapat ditempuh dalam 7,9 detik, dengan jarak tempuh hingga 450 km.
Perubahan pada kabin mencakup panel instrumen Full LCD 10,25 inci dan tuas transmisi model column shifter yang kini dipindahkan ke belakang kemudi, mengikuti tren desain yang sama dengan M6 DM.