Pencarian

BI NTB Buka Layanan Penukaran Uang Rusak di Desa Adat Sade, Warga Selamatkan Rp 7,6 Juta

Kamis, 27 Agustus 2026 • 01:05:01 WIB
BI NTB Buka Layanan Penukaran Uang Rusak di Desa Adat Sade, Warga Selamatkan Rp 7,6 Juta
Warga menunjukkan uang rusak yang berhasil ditukar melalui layanan kas keliling Bank Indonesia di Desa Adat Sade, Lombok Tengah, Rabu (26/8).

PRAYA — Kepulan asap dan puing-puing sisa kebakaran masih menyelimuti kawasan Desa Adat Sade, Lombok Tengah. Di tengah duka itu, secercah harapan muncul bagi warga yang kehilangan harta benda, khususnya uang tunai yang ikut hangus terbakar.

Warman, salah satu warga terdampak, nyaris membuang uang miliknya karena sebagian besar fisiknya telah rusak akibat api. Ia sempat yakin lembaran uang tersebut tidak lagi memiliki nilai tukar.

Namun, layanan kas keliling yang dihadirkan Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi NTB mengubah keadaan. Setelah melalui pemeriksaan fisik sesuai ketentuan yang berlaku, uang Warman dinyatakan layak tukar dan ia menerima penggantian sebesar Rp 7.676.000.

Uang Rusak Lebih dari Dua Pertiga Ukuran Masih Bisa Ditukar

Kepala Perwakilan BI Provinsi NTB, Hario K. Pamungkas, menjelaskan bahwa layanan ini merupakan bagian dari respons cepat institusinya terhadap musibah kebakaran yang melanda kawasan adat tersebut. Pihaknya hadir bersamaan dengan penyaluran bantuan kemanusiaan, Rabu (26/8).

Hario mengimbau warga yang masih menyimpan uang rusak untuk tidak membuangnya. Ketentuan BI menyebutkan, uang kertas yang lusuh, cacat, atau terbakar masih dapat diganti jika kondisi fisiknya tersisa lebih dari dua pertiga ukuran aslinya. Sementara untuk uang logam, syaratnya adalah masih utuh lebih dari setengah ukuran aslinya.

“Kehadiran BI melalui bantuan kemanusiaan sekaligus layanan penukaran uang rusak diharapkan menjadi bagian dari upaya membantu warga melewati masa sulit tersebut,” ujarnya.

Dampak Kebakaran: Rumah Warga hingga Artshop Ludes

Selain memberikan layanan penukaran uang, BI NTB juga menyalurkan bantuan berupa sembako, alas tidur, dan pakaian layak pakai. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Hario didampingi Ketua IPEBI Komisariat Mataram, Kadek Budi Arsana, dan diterima oleh Sanah, perangkat dusun setempat.

Hasil survei dan identifikasi yang dilakukan tim BI di lokasi menunjukkan kebakaran berdampak luas pada sejumlah bangunan di kawasan Desa Adat Sade. Rumah warga, masjid, berugak, lumbung, hingga artshop menjadi korban si jago merah.

Bantuan logistik ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dasar warga selama masa pemulihan pascakebakaran. Warga yang masih memiliki uang rusak dapat menghubungi Bank Indonesia untuk mendapatkan pemeriksaan dan penukaran sesuai ketentuan yang berlaku.

Follow lombok24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: radarlombok.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks