LOMBOK TIMUR — Para petani kopi di Desa Sajang, Kecamatan Sembalun, bakal segera menerima peralatan pengolahan pascapanen dari pemerintah. Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Timur, Mirzan Sopian, menyebut bantuan itu mencakup mesin pengupas kulit kopi (huller), mesin penepung, mesin roasting, hingga mesin sealer untuk pengemasan.
“Untuk pendistribusian masih menunggu SK dari pusat. Sampai hari ini SK tersebut belum keluar,” kata Mirzan.
Bantuan Mesin untuk Tiga Kelompok Tani di Sajang
Mirzan menjelaskan, bantuan peralatan ini diperuntukkan bagi tiga kelompok tani di Desa Sajang. Namun, rincian jenis dan jumlah mesin untuk masing-masing kelompok belum bisa dipastikan karena masih menunggu keputusan resmi dari pemerintah pusat.
“Kelompok mana yang akan mendapat berapa mesin, itu yang masih kita tunggu dari SK pusat. Yang jelas, bantuan mesin ini diperuntukkan bagi tiga kelompok tani di Sajang,” ujarnya.
Target: Petani Tidak Lagi Jual Kopi Mentah
Kehadiran mesin pengolahan ini diharapkan mengubah pola jual petani Sembalun. Selama ini, sebagian besar hasil panen kopi dijual dalam bentuk gelondongan atau biji kering tanpa proses lebih lanjut, sehingga nilai tambahnya dinikmati pedagang atau pengumpul.
Dengan adanya mesin huller, roasting, hingga pengemasan, petani bisa mengolah kopi hingga menjadi produk siap jual. Dampaknya, petani tidak hanya menjual bahan mentah, tetapi juga bisa memperoleh nilai tambah dari proses pengolahan dan pengemasan yang lebih rapi.
Bantuan ini merupakan bagian dari upaya Dinas Pertanian Lombok Timur untuk memperkuat sektor perkebunan di wilayah lereng Rinjani yang dikenal sebagai salah satu sentra produksi kopi arabika di Nusa Tenggara Barat.