MATARAM — Sebanyak 60 atlet gymnastik dari seluruh NTB berlaga di Porprov XII yang digelar di GOR Poltekpar Lombok Tengah. Pertandingan ini mempertandingkan tiga kelas utama: artistik, ritmik, dan aerobik.
18 Medali Emas Menanti di PON 2028
Perwakilan KONI Pusat, Kolonel Irfan, hadir langsung dalam pembukaan dan memberikan motivasi kepada para atlet. Ia menegaskan bahwa cabang olahraga gymnastik memiliki peluang besar di PON 2028 mendatang.
"Jangan berkecil hati untuk bertanding dan berkompetisi. Ada 18 medali emas di PON 2028," kata Irfan di hadapan para atlet, Minggu (19/7/2026).
Ia juga menjelaskan bahwa satu atlet berpotensi membawa pulang lebih dari satu medali karena bisa mengikuti lomba di beberapa kelas. Namun, ia mengingatkan agar para atlet tetap fokus pada satu nomor untuk memaksimalkan peluang.
Ketua Umum Ingatkan Kejujuran
Ketua Umum Persatuan Gymnastik Seluruh Indonesia (Persani) NTB, Aidy Furqan, menyampaikan kebanggaannya terhadap semangat para atlet yang terus mengembangkan diri. Namun, ia menekankan satu hal penting dalam kompetisi ini.
"Meraih prestasi di kompetisi dengan jujur," ujar Aidy saat membuka acara.
Tekad untuk berprestasi secara sportif menjadi pesan utama yang ia sampaikan kepada seluruh peserta. Hal ini dinilai penting untuk membangun karakter atlet sejak usia dini.
Porprov XII Jadi Batu Loncatan
Porprov XII NTB menjadi ajang pembuktian bagi para atlet muda dari berbagai daerah. Dengan total 60 peserta yang mewakili 10 kabupaten/kota, kompetisi ini diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet potensial yang bisa bersaing di level nasional.
Pertandingan berlangsung selama dua hari penuh dengan sistem gugur di setiap kelas. Para juri menilai berdasarkan teknik, kekuatan, serta kreativitas gerakan para peserta.
Bagi para atlet, Porprov bukan sekadar ajang bergengsi. Ini adalah langkah awal menuju PON 2028 yang sudah di depan mata.