NUSA TENGGARA BARAT — Pasar skuter listrik untuk pelajar di Vietnam kian ramai. Produsen lokal VinFast memperkenalkan Amio S2, model terbaru yang dirancang khusus untuk perjalanan pendek seperti ke sekolah atau kompleks perumahan. Dengan banderol 12 juta VND (termasuk PPN, baterai, dan pengisi daya), motor ini menjadi salah satu opsi termurah dari pabrikan Vietnam saat ini.
Kecepatan 25 km/jam, Cocok untuk Pengguna Tanpa SIM
VinFast tidak membekali Amio S2 dengan performa tinggi. Kecepatan maksimum sengaja dibatasi hingga 25 km/jam, setara dengan batas regulasi untuk kendaraan yang bisa dikendarai tanpa Surat Izin Mengemudi (SIM) di Vietnam. Pendekatan ini lazim untuk skuter listrik pelajar yang mengutamakan kepraktisan dan keselamatan.
Motor listrik Inhub dengan daya nominal 240 W dan daya maksimum 800 W dipasang di roda belakang. Komponen ini memiliki sertifikasi tahan air IP67, yang menurut pabrikan mampu bertahan di genangan air sedalam 0,5 meter selama 30 menit. Sistem suspensi menggunakan peredam kejut hidrolik di depan dan belakang, sementara kedua roda mengandalkan rem mekanis.
Baterai LFP 1,024 kWh, Jarak Tempuh hingga 65 Km
Baterai LFP (Lithium Ferro Phosphate) berkapasitas 1,024 kWh ditempatkan di bawah pijakan kaki, bukan di bagasi. Posisi ini diklaim menurunkan pusat gravitasi kendaraan sekaligus menghemat ruang penyimpanan. Berat baterai sekitar 10 kg dengan waktu pengisian penuh 0-100 persen mencapai 6 jam.
VinFast mengklaim Amio S2 bisa menempuh jarak 65 km dalam kondisi pengujian: kecepatan konstan 25 km/jam dan beban pengendara 65 kg. Dalam skenario harian, jika jarak tempuh sekolah-pulang sekitar 10-15 km, skuter ini secara teoritis bisa digunakan beberapa hari sebelum perlu diisi ulang. Namun, pabrikan mengingatkan bahwa jarak aktual bergantung pada beban, medan, suhu, dan kebiasaan berkendara.
Layar LED Berwarna dan Bagasi 12 Liter
Meski berada di segmen harga terjangkau, Amio S2 tidak sepenuhnya minimalis. Panel instrumen menggunakan layar LED berwarna yang lebih jelas dibanding indikator monokrom pada banyak skuter listrik sejenis. Kompartemen di bawah jok memiliki kapasitas 12 liter, cukup untuk jas hujan, pengisi daya, atau barang pribadi kecil.
Dimensi skuter ini ringkas: panjang 1.715 mm, lebar 690 mm, tinggi 1.050 mm, dengan jarak sumbu roda 1.230 mm. Tinggi jok 750 mm dan jarak ke tanah 123 mm dirancang agar sesuai dengan postur pelajar, sekaligus memudahkan bermanuver di jalanan padat. Pijakan kaki penumpang belakang dibuat terpisah, dan pedal bantu tetap dipertahankan sebagai ciri khas model pelajar.
Persaingan Segmen Skuter Listrik Pelajar Makin Ketat
Peluncuran Amio S2 terjadi di saat segmen skuter listrik untuk pelajar mulai mendapat perhatian serius dari berbagai produsen. Pada akhir Juni 2026, Yadea memperkenalkan skuter listrik Omee di Vietnam dengan tiga varian harga mulai 15,99 juta hingga 21,99 juta VND.
Meski ada perbedaan harga dan spesifikasi, persaingan antara VinFast dan Yadea menunjukkan bahwa pasar kendaraan listrik untuk pelajar di Vietnam mulai membentuk segmen tersendiri. Faktor penentu keputusan orang tua tidak hanya harga dan desain, tetapi juga jenis baterai, kemudahan pengisian daya di rumah, serta jaringan distribusi dan purna jual. Amio S2 mengambil posisi yang jelas: harga murah, fitur esensial, dan jarak tempuh yang cukup untuk kebutuhan dasar sekolah.