Pencarian

BMKG NTB Imbau Warga Waspada Hujan Ringan di Musim Kemarau, Kelembapan Udara Meningkat di 4 Kabupaten

Jumat, 17 Juli 2026 • 17:29:31 WIB
BMKG NTB Imbau Warga Waspada Hujan Ringan di Musim Kemarau, Kelembapan Udara Meningkat di 4 Kabupaten
Cuaca cerah hingga hujan ringan diprakirakan terjadi di NTB pada 16-22 Juli 2026.

MATARAM — Ketua Kelompok Kerja Observasi, Data, dan Informasi Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid (ZAM), Ari Wibianto, menyebut kelembapan udara yang lebih tinggi menjadi pemicu utama hujan ringan masih turun di tengah musim kemarau. Kondisi ini berbeda dari pola biasanya yang cenderung kering total pada periode Juli.

Prakiraan Cuaca Tujuh Hari ke Depan

BMKG memprakirakan cuaca di NTB pada 16-19 Juli 2026 didominasi cerah hingga hujan ringan. Suhu udara berkisar antara 18 hingga 33 derajat Celsius. Angin permukaan bertiup dari arah timur hingga selatan dengan kecepatan maksimum mencapai 40 kilometer per jam.

Memasuki periode 20-22 Juli 2026, suhu udara diperkirakan naik tipis ke kisaran 19-34 derajat Celsius. Arah angin masih sama, namun kecepatan maksimum sedikit menurun menjadi 38 kilometer per jam.

Wilayah yang Paling Berpotensi Hujan

Menurut BMKG, hujan ringan paling berpotensi terjadi di daerah dataran tinggi. Empat kabupaten yang disebutkan adalah Lombok Utara, Lombok Timur, Bima, dan Dompu. Intensitas hujan ringan ini tergolong rendah, yakni 0,1-5 milimeter per jam atau setara 5-20 milimeter per hari.

"Prakiraan cuaca tujuh hari ke depan diprakirakan cerah hingga hujan ringan. Hal itu disebabkan oleh kelembapan udara yang lebih tinggi di beberapa wilayah, terutama di daerah dataran tinggi," ujar Ari Wibianto, Jumat (17/7/2026).

Imbauan untuk Warga di Dataran Tinggi

Ari mengimbau masyarakat yang beraktivitas di wilayah dataran tinggi pada sore hingga malam hari untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca. Meski intensitasnya ringan, perubahan kondisi bisa terjadi sewaktu-waktu.

Masyarakat dinilai perlu memperhatikan informasi resmi dari BMKG sebagai langkah antisipasi. Hal ini penting mengingat musim kemarau tahun ini tidak sepenuhnya kering akibat tingginya kelembapan udara di atmosfer NTB.

Bagikan
Sumber: regional.kompas.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks