JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menyebut Proyek Strategis Nasional (PSN) LNG Abadi Masela sebagai proyek penting yang telah ditunggu selama tiga puluh tahun. Proyek yang berlokasi di Blok Masela, Maluku, ini dinilai menjadi kunci bagi pengembangan industri gas bumi nasional.
Pernyataan itu disampaikan Presiden saat meninjau perkembangan proyek tersebut bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih. Ia menekankan bahwa proyek ini bukan sekadar investasi, melainkan bagian dari strategi besar pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi dan mendorong hilirisasi.
Mengapa Proyek Masela Baru Direalisasikan Sekarang?
Proyek LNG Abadi Masela sudah masuk dalam daftar PSN sejak era pemerintahan sebelumnya. Namun, berbagai kendala teknis dan skema investasi membuat proyek ini molor bertahun-tahun. Kini, pemerintah memastikan seluruh hambatan telah diurai agar eksekusi bisa berjalan cepat.
“Ini adalah proyek yang sangat penting. Sudah tiga dekade kita menunggu. Saya minta semua pihak bekerja keras agar realisasi lapangan bisa segera dimulai,” kata Prabowo dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Selasa (18/3/2025).
Dampak Ekonomi dan Lapangan Kerja
Keberhasilan proyek ini diproyeksikan membuka ribuan lapangan kerja langsung maupun tidak langsung. Selain itu, pasokan gas bumi dari Blok Masela diyakini mampu memenuhi kebutuhan industri dalam negeri dan memperkuat posisi Indonesia di pasar LNG global.
Pemerintah juga mendorong agar konten lokal dan tenaga kerja dari daerah sekitar mendapat prioritas dalam setiap tahapan proyek. Hal ini sejalan dengan visi Presiden untuk pemerataan pembangunan dan pengurangan ketimpangan ekonomi antarwilayah.
Investasi Raksasa dan Target Produksi
Proyek LNG Abadi Masela melibatkan investasi bernilai miliaran dolar AS. Operator proyek, Inpex Corporation, bersama mitra lokal, menargetkan produksi perdana LNG pada awal dekade 2030-an. Jika berjalan sesuai jadwal, kilang LNG ini akan menjadi salah satu yang terbesar di Indonesia.
Presiden meminta seluruh kementerian terkait untuk memangkas birokrasi dan memberikan insentif yang diperlukan. “Jangan sampai proyek strategis macet karena urusan administrasi. Kita harus bergerak cepat dan tepat,” tegasnya.
Dengan kepastian politik dan dukungan penuh dari pemerintah pusat, proyek LNG Abadi Masela diharapkan segera memasuki fase konstruksi masif dalam waktu dekat.