Pencarian

Rupiah Melemah Tipis ke Rp18.069 per Dolar AS, Data Inflasi AS yang Melandai Gagal Dongkrak Mata Uang Garuda

Kamis, 16 Juli 2026 • 10:43:01 WIB
Rupiah Melemah Tipis ke Rp18.069 per Dolar AS, Data Inflasi AS yang Melandai Gagal Dongkrak Mata Uang Garuda
Rupiah ditutup melemah tipis ke posisi Rp18.069 per dolar AS dalam perdagangan Kamis (16/7).

NUSA TENGGARA BARAT — Berdasarkan data perdagangan, rupiah melemah 0,01 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp18.068 per dolar AS. Posisi ini masih berada dalam rentang proyeksi Bank Mandiri yang memperkirakan pergerakan rupiah hari ini di kisaran Rp18.011 hingga Rp18.084 per dolar AS.

Data PPI AS yang Rendah Gagal Menahan Pelemahan Rupiah

Kepala Ekonom Bank Mandiri, Andry Asmoro, menjelaskan bahwa indeks dolar AS (DXY) turun ke level 100,7 setelah data PPI AS Juni 2026 secara tak terduga turun 0,3 persen. Angka ini jauh di bawah ekspektasi pasar yang memperkirakan tidak ada perubahan.

"Inflasi produsen tahunan (headline) maupun inflasi inti (core) juga tercatat lebih rendah dari perkiraan. Laporan ini menyusul data inflasi konsumen (CPI) yang juga lebih rendah dari ekspektasi, sehingga semakin memperkuat indikasi bahwa inflasi mulai melambat," ujar Andry, Kamis (16/7).

Namun, data positif dari AS itu belum cukup menjadi katalis penguatan rupiah. Pasar justru masih dibayangi risiko eksternal yang menekan mata uang negara berkembang.

Dua Faktor Penekan: Sikap The Fed dan Ketegangan Timur Tengah

Ketua Federal Reserve, Kevin Warsh, kembali menegaskan komitmen bank sentral AS untuk menjaga stabilitas harga dalam kesaksiannya di hadapan Kongres. Sikap hawkish ini membuat peluang kenaikan suku bunga The Fed pada September 2026 masih terbuka, meskipun probabilitasnya turun drastis dari 70 persen pekan lalu menjadi 49 persen.

Di sisi lain, risiko geopolitik menjadi faktor yang tak bisa diabaikan. "Meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan kenaikan harga minyak baru-baru ini masih menjadi risiko yang dapat mendorong inflasi kembali naik," tambah Andry.

Kombinasi antara sinyal suku bunga tinggi yang berkepanjangan dan ketidakpastian global membuat investor cenderung menghindari aset berisiko, termasuk rupiah.

Proyeksi Pergerakan Rupiah Hari Ini

Sepanjang perdagangan Kamis ini, Bank Mandiri memproyeksikan rupiah akan bergerak dalam rentang Rp18.011 hingga Rp18.084 per dolar AS. Level support terdekat berada di Rp18.011, sementara resistance utama di Rp18.084.

Pelaku pasar disarankan mencermati perkembangan data tenaga kerja AS dan pernyataan pejabat The Fed pekan depan yang bisa mempengaruhi arah kebijakan suku bunga global. Investasi mengandung risiko.

Bagikan
Sumber: infobanknews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks