LOMBOK TENGAH — Pelaku UMKM di Desa Wisata Lantan mendapat pembekalan strategi pemasaran digital dari Dinas Komunikasi dan Informatika Lombok Tengah. Program ini menyasar produk unggulan desa yang selama ini masih dipasarkan secara konvensional.
Formula 3-1-1 untuk Pemasaran Digital
Kepala Bidang Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo Lombok Tengah, Iswandi Khaery Ramen, memperkenalkan formula pemasaran digital 3-1-1. Pola ini terdiri dari tiga konten edukasi, satu konten untuk membangun hubungan dengan audiens, dan satu konten promosi.
“Potensi alam dan produk lokal Desa Lantan harus terus didorong agar dikenal lebih luas melalui pemanfaatan media sosial dan pemasaran digital,” kata Iswandi saat sosialisasi di Kantor Desa Lantan, Senin (13/7/2026).
Ia menambahkan, pola 3-1-1 dapat membantu pelaku UMKM membangun kepercayaan konsumen sekaligus meningkatkan jangkauan promosi. Pelaku usaha juga diingatkan untuk memahami target pasar agar konten promosi lebih tepat sasaran dan mampu memanfaatkan algoritma media sosial secara optimal.
Potensi Desa: Durian, Kakao, dan 24 Air Terjun
Kepala Desa Lantan Erwandi mengungkapkan, desanya memiliki potensi besar di sektor pertanian, perkebunan, dan pariwisata. Lantan dikenal sebagai penghasil durian, kakao, serta berbagai hasil perkebunan lainnya.
Selain itu, terdapat sekitar 24 air terjun yang menjadi daya tarik wisata, termasuk kawasan Kokoh Lenek di bagian barat dan Kokoh Babak di bagian timur. Jumlah kunjungan wisatawan pada Juli 2026 hampir mencapai 1.000 orang.
“Kami tetap mengajar masyarakat untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada wisatawan,” ujar Erwandi.
UMKM Masih Terkendala Pemasaran Konvensional
Erwandi menilai, sebagian besar produk lokal Desa Lantan masih dipasarkan secara konvensional. Akibatnya, produk belum mampu menjangkau pasar yang lebih luas melalui media sosial maupun platform digital.
Kegiatan sosialisasi ini digelar mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Mataram bekerja sama dengan pemerintah daerah. “Semoga program ini dapat bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.
Program ini diikuti para pelaku UMKM dan pemuda Desa Lantan. Pemerintah berharap potensi wisata dan produk unggulan desa semakin dikenal luas serta mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi desa.