MATARAM — Ribuan warga Nusa Tenggara Barat (NTB) mengubah aktivitas jalan sehat akhir pekan menjadi aksi nyata filantropi. Mereka memadati kawasan Lombok Epicentrum Mall, Mataram, pada Minggu (12/7/2026) untuk ambil bagian dalam FESyar KTI ZAWA Walk NTB 2026, sebuah gerakan kolektif yang mengintegrasikan olahraga dengan semangat wakaf.
Peserta memulai perjalanan dari area Ladies Parking mal tersebut, menyusuri rute yang telah ditentukan: Jalan Sriwijaya, Jalan Arif Rahman Hakim, Jalan Abdul Kadir Munsyi, Jalan Airlangga, dan kembali ke titik awal. Antusiasme yang terlihat sejak pagi hari menjadi indikator kuat dukungan masyarakat terhadap pengembangan ekonomi syariah di daerah.
Peserta Otomatis Jadi Wakif, Dana Disalurkan ke Sektor Strategis
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Andhi Wahyu Riyadno, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari Festival Ekonomi Syariah Kawasan Timur Indonesia (FESyar KTI). Tujuan utamanya bukan hanya meningkatkan literasi ekonomi dan keuangan syariah, tetapi juga mendorong pemanfaatan instrumen sosial keuangan Islam (ZISWAF).
"Melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya berolahraga, tetapi juga ikut menjadi wakif. Saat mendaftar, peserta secara otomatis telah berwakaf," ujar Andhi. Ia menegaskan bahwa dana wakaf yang terkumpul akan dialokasikan untuk mendukung sektor-sektor strategis, mulai dari kesehatan, pendidikan, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan.
Hadiah Umrah hingga Sepeda untuk Peserta Beruntung
Untuk menambah semarak, panitia menyiapkan beragam hadiah menarik bagi peserta yang beruntung. Beberapa di antaranya adalah paket umrah, sepeda, kulkas, televisi, serta puluhan hadiah lainnya. Strategi ini dinilai efektif untuk menarik minat masyarakat dari berbagai kalangan agar turut serta dalam gerakan wakaf produktif.
Penyelenggaraan ZAWA Walk merupakan hasil sinergi antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya. Langkah ini diambil untuk memperluas inklusi ekonomi syariah di NTB, sekaligus mengedukasi publik bahwa wakaf bukan sekadar ibadah ritual, melainkan instrumen pembangunan yang memberikan manfaat berkelanjutan.
Melalui gerakan bersama ini, Bank Indonesia berharap kesadaran masyarakat NTB terhadap potensi wakaf sebagai alat pemberdayaan ekonomi semakin meningkat. Ekosistem ekonomi syariah di daerah pun diharapkan semakin kokoh dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan warga.