NUSA TENGGARA BARAT — Setelah beberapa menit perdagangan, IHSG melanjutkan tren positif meski terbatas di level 5.932 atau naik 0,35 persen. Data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat 326 saham berada di zona hijau, sementara 138 saham melemah dan 501 saham lainnya stagnan. Nilai transaksi awal mencapai Rp629 miliar dengan volume perdagangan sebanyak 880 juta saham.
Indeks Utama dan Sektor Pendorong Kenaikan
Seluruh indeks acuan kompak menguat pada sesi awal. Indeks LQ45 naik 0,71 persen ke 591, indeks JII menguat 0,77 persen ke 348, dan IDX30 tercatat naik 0,63 persen ke 334. Indeks MNC36 juga ikut mendaki 0,65 persen ke level 258.
Dari sisi sektoral, hampir semua sektor berada di zona hijau. Sektor energi, konsumer siklikal dan non-siklikal, keuangan, infrastruktur, bahan baku, transportasi, industri, serta teknologi semuanya mencatatkan penguatan. Satu-satunya sektor yang tertekan adalah kesehatan yang justru melemah di awal perdagangan.
Saham Paling Aktif: RANS, Prodia, dan Insight Investment
Tiga saham yang menempati posisi top gainers adalah Insight Investment Management, PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL), dan PT Rans Entertainment Indonesia Tbk (RANS). Kenaikan RANS menarik perhatian pasar mengingat saham emiten milik Raffi Ahmad ini kerap menjadi pemicu volatilitas di papan pengembangan.
Sementara itu, posisi top losers dihuni oleh PT Bekasi Asri Pemula Tbk (BAPA), PT Niramas Utama Tbk (JELI), serta Danareksa Investment Management. Ketiga saham tersebut mengalami tekanan jual yang cukup signifikan di awal sesi.
Volume Transaksi dan Prospek Sesi Berikutnya
Dengan volume transaksi yang baru mencapai 880 juta saham pada menit-menit awal, pasar masih menunggu katalis lanjutan dari pergerakan investor asing dan sentimen global. Kapitalisasi pasar yang mulai bergerak positif diharapkan mampu mendorong IHSG bertahan di zona hijau hingga penutupan sesi pertama.
Investor disarankan mencermati pergerakan sektor keuangan dan energi yang menjadi motor utama penguatan hari ini. Kedua sektor ini biasanya menjadi indikator awal arah pergerakan IHSG selanjutnya.