Pencarian

Harga Emas Antam, Pegadaian, dan Hartadinata Kompak Turun Hari Ini, Konflik AS-Iran Kembali Memanas

Kamis, 09 Juli 2026 • 17:22:01 WIB
Harga Emas Antam, Pegadaian, dan Hartadinata Kompak Turun Hari Ini, Konflik AS-Iran Kembali Memanas
Harga emas Antam turun Rp 8.000 per gram, kini Rp 2.633.000 per gram.

NUSA TENGGARA BARAT — PT Aneka Tambang Tbk (Antam) memangkas harga emas batangan sebesar Rp 8.000 menjadi Rp 2.633.000 per gram. Penurunan ini langsung diikuti oleh harga buyback—patokan saat nasabah menjual kembali emas—yang susut lebih dalam, Rp 10.000, ke level Rp 2.383.000 per gram.

Menukiknya harga buyback ini patut dicermati investor. Sebab, selisih antara harga jual dan harga beli kembali (spread) kini melebar menjadi Rp 250.000 per gram. Sebagai catatan, harga emas Antam sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa pada 29 Januari 2026 lalu di Rp 3.168.000 per gram dengan buyback Rp 2.989.000 per gram.

Berikut rincian harga emas Antam hari ini:

  • 0,5 gram: Rp 1.366.500
  • 1 gram: Rp 2.633.000
  • 10 gram: Rp 25.825.000
  • 100 gram: Rp 257.512.000

Pegadaian: Tiga Merek Kompak Lesu, Galeri24 Paling Murah

Di Pegadaian, harga emas cetakan Galeri24, Antam, dan UBS semuanya melemah. Emas Galeri24 menjadi yang paling terjangkau dengan banderol Rp 2.621.000 per gram, sementara emas Antam di gerai Pegadaian masih lebih mahal di Rp 2.747.000 per gram. Adapun emas UBS dipatok Rp 2.634.000 per gram.

Pegadaian menyediakan variasi ukuran yang luas. Untuk cetakan Galeri24, tersedia dari 0,5 gram hingga 1 kilogram. Sementara cetakan UBS tersedia maksimal 500 gram, dan Antam di Pegadaian hanya tersedia hingga ukuran 100 gram.

Konflik AS-Iran Kembali Panas, Suku Tinggi Bayangi Emas

Pelemahan harga emas domestik tak lepas dari tekanan di pasar global. Harga emas spot terkoreksi 0,4% ke US$ 4.060,46 per ons, mendekati level terendah dalam sepekan. Pemicunya, militer AS melancarkan serangan baru ke Iran yang kemudian memicu serangan balasan ke Kuwait dan Bahrain, menggagalkan upaya gencatan senjata.

Analis OANDA, Kelvin Wong, menilai konflik ini justru mendorong harga minyak naik dan menghidupkan kembali kekhawatiran inflasi tinggi. “Setelah bentrokan kemarin, kesepakatan gencatan senjata sementara antara AS dan Iran saat ini berada di posisi yang goyah,” ujarnya.

Pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed sebesar 68% pada September dan 87% pada Januari 2027. Suku bunga tinggi menjadi sentimen negatif bagi emas karena aset ini tidak memberikan imbal hasil. Bank of America bahkan memangkas proyeksi harga emas rata-rata tahun 2026 sebesar 14% menjadi US$ 4.360 per ons.

Bagi pembaca yang ingin memantau pergerakan harian, harga emas di ketiga gerai tersebut bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan pasar global.

Bagikan
Sumber: liputan6.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks