LOMBOK BARAT — Presiden Prabowo Subianto akan menginjakkan kaki di Nusa Tenggara Barat untuk pertama kalinya sebagai kepala negara. Agenda utamanya adalah meresmikan Bendungan Meninting, salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dibangun sejak 2019 dan berlokasi di Desa Bukit Tinggi, Kecamatan Gunung Sari, Lombok Barat.
Juru Bicara Pemprov NTB Ahsanul Khalik mengungkapkan bahwa persiapan teknis dan protokoler sudah rampung. "Tadi kami rapat dipimpin oleh Bu Wagub. Agendanya terkait kunjungan Bapak Presiden yang direncanakan pada Jumat tanggal 10 Juli. Beliau diagendakan akan meresmikan Bendungan Meninting," ujarnya, Rabu (8/7/2026).
Rute Kunjungan: Dari Bandara ke Helikopter
Kepala negara dijadwalkan mendarat menggunakan pesawat kepresidenan di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM), Lombok Tengah. Setelah itu, Prabowo akan bertolak menggunakan helikopter menuju lokasi bendungan di Lombok Barat. Rencananya, ia juga akan menyapa masyarakat setempat yang dikoordinasikan oleh Pemkab Lombok Barat.
"Untuk sementara tidak ada agenda lain. Sementara ini agendanya masih untuk peresmian Bendungan Meninting," kata Khalik. Usai meresmikan, Presiden dijadwalkan langsung terbang ke Bali. Namun, Pemprov NTB masih menunggu koordinasi final bersama Paspampres dan Korem 162/Wira Bhakti terkait kemungkinan perubahan atau tambahan agenda mendadak.
Gubernur Siapkan 'Buku Putih' Kebutuhan Daerah
Momen kedatangan Presiden tak disia-siakan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal. Ia telah menginstruksikan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menyetor data dan proposal program strategis yang akan disodorkan langsung kepada Prabowo.
"Pak Gubernur akan menyampaikan apa-apa yang menjadi kebutuhan Nusa Tenggara Barat pada 10 kabupaten/kota, sehingga nanti Pak Presiden memiliki atensi terhadap kepentingan masyarakat dan program-program strategis di NTB," pungkas Khalik.
Bendungan Meninting: Kapasitas 13,14 Juta m³ dan Manfaat Ganda
Bendungan Meninting memiliki kapasitas tampung sekitar 13,14 juta meter kubik. Infrastruktur ini dibangun untuk memenuhi kebutuhan irigasi pertanian, penyediaan air baku, pengendalian banjir, serta menjadi sumber energi terbarukan melalui Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
Proyek yang masuk daftar PSN ini diharapkan mampu mendongkrak produktivitas pertanian di Lombok Barat sekaligus mengurangi risiko banjir di musim hujan. Peresmian langsung oleh Presiden menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah pusat memberikan perhatian serius pada pembangunan infrastruktur ketahanan air di NTB.