MATARAM — Pemerintah Provinsi NTB menempatkan pengembangan industri musik sebagai pilar strategis pembangunan berbasis kreativitas. Wakil Gubernur Indah Dhamayanti Putri menyebut, di balik setiap karya musik terdapat nilai ekonomi yang mampu menggerakkan rantai usaha, mulai dari pencipta lagu, penyanyi, pemusik, hingga penyelenggara pertunjukan.
Hak Cipta Jadi Fondasi Ekosistem Musik Sehat
Wagub Dinda menegaskan perlindungan hak cipta merupakan fondasi utama ekosistem musik yang profesional. PAPPRI didorong menjadi garda terdepan dalam meningkatkan literasi para pelaku seni mengenai hak cipta, hak terkait, dan sistem royalti.
“Dengan perlindungan yang baik, semangat berkarya akan terus tumbuh dan industri musik daerah akan berkembang secara berkelanjutan,” tegas Wagub Dinda dalam sambutannya.
Musik Tradisional NTB Jadi Daya Tarik Wisata
Ia juga mengajak jajaran PAPPRI untuk mengangkat kekayaan musik tradisional NTB sebagai identitas budaya sekaligus alat promosi pariwisata. Menurutnya, lagu daerah yang dikemas secara kreatif bisa menjadi media efektif untuk menarik kunjungan wisatawan.
“Ketika seni, budaya, dan pariwisata berjalan beriringan, manfaatnya akan dirasakan masyarakat melalui meningkatnya kunjungan wisatawan dan semakin kuatnya citra NTB sebagai daerah yang kaya budaya dan kreativitas,” ungkapnya.
Seluruh Kabupaten/Kota di NTB Sudah Miliki DPC PAPPRI
Ketua Umum DPP PAPPRI, Tony Wenas, mengapresiasi capaian NTB yang telah memiliki Dewan Pimpinan Cabang (DPC) di seluruh 10 kabupaten/kota. Ia menilai hal itu menjadi modal besar untuk memperkuat organisasi hingga ke tingkat daerah.
“NTB memiliki arti khusus bagi PAPPRI. Ini menjadi modal besar untuk membangun organisasi yang kuat hingga ke daerah,” ujar Tony. Ia optimistis kepengurusan baru mampu memperkuat eksistensi musisi lokal sekaligus berkontribusi bagi kemajuan musik Indonesia.
PAPPRI NTB Perluas Sinergi dan Pembinaan Talenta Muda
Ketua DPD PAPPRI NTB, Maskahyangan, memaparkan sejumlah program yang telah berjalan selama lima tahun terakhir. Mulai dari penyelenggaraan Hari Musik Nasional, Musyawarah Nasional PAPPRI 2022 di Mataram, bakti sosial, pencarian talenta muda, hingga pembinaan musisi jalanan.
Ke depan, pihaknya berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dan komunitas untuk membangun ekosistem musik yang berkelanjutan. “Harapan kami, PAPPRI dapat terus menjadi wadah bagi seluruh insan musik NTB untuk berkarya dan mendukung program pembangunan daerah melalui seni dan budaya,” pungkas Maskahyangan.