Pencarian

Wali Kota Mataram Mohan Roliskana Buka Suara soal SPMB, Sistem Berbasis Google Maps Digunakan untuk Ukur Jarak Domisili

Senin, 29 Juni 2026 • 21:49:01 WIB
Wali Kota Mataram Mohan Roliskana Buka Suara soal SPMB, Sistem Berbasis Google Maps Digunakan untuk Ukur Jarak Domisili
Wali Kota Mataram Mohan Roliskana menegaskan SPMB berjalan transparan dan tanpa kecurangan.

MATARAM — Wali Kota Mataram, Dr. H. Mohan Roliskana, menegaskan bahwa tidak ada ruang untuk praktik curang dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Kota Mataram. Ia menyebut seluruh proses telah dirancang terbuka dan bisa diawasi oleh publik.

“Kami ingin semua proses berjalan dengan baik tanpa ada permainan. Karena itu, masyarakat juga kami harapkan ikut melakukan pengawasan,” ujar Mohan, Senin (29/6).

Teknologi Google Maps untuk Ukur Jarak Domisili

Salah satu terobosan yang diterapkan adalah penggunaan data berbasis Google Maps pada jalur domisili. Sistem ini mengukur jarak tempat tinggal calon peserta didik dengan sekolah tujuan secara akurat dan otomatis.

“Sekarang sistem yang bekerja. Tidak lagi dibangun persepsi. Semuanya sudah jelas dan tegas. Masyarakat juga bisa mengetahui posisi tempat tinggalnya serta radiusnya terhadap sekolah,” jelasnya.

Pemkot Terus Evaluasi dan Benahi Prosedur

Pemerintah Kota Mataram, menurut Mohan, terus melakukan pembenahan dan evaluasi terhadap pelaksanaan SPMB setiap tahun. Masukan dari berbagai pihak yang mengawasi proses penerimaan murid baru dijadikan bahan perbaikan agar pelaksanaan semakin baik.

“Kami berusaha mengakomodasi setiap masukan dan pandangan dari berbagai pihak yang mengawasi proses SPMB ini,” katanya.

Dinas Pendidikan Kota Mataram juga diminta terus melakukan pembenahan agar proses penerimaan peserta didik baru tidak menimbulkan kesan negatif di tengah masyarakat, khususnya para orang tua atau wali murid.

Stigma Sekolah Favorit Masih Melekat

Mohan mengakui bahwa pelabelan sekolah favorit dan nonfavorit masih melekat di masyarakat. Kondisi ini menyebabkan banyak calon peserta didik berlomba-lomba mendaftar ke sekolah tertentu yang dianggap lebih unggul.

Padahal, menurutnya, kualitas pendidikan di Kota Mataram sudah relatif merata. Pembangunan sekolah telah menjangkau kawasan permukiman sehingga akses pendidikan bagi masyarakat semakin mudah.

“Kota Mataram tidak terlalu luas jika berbicara soal jarak. Dari sisi kualitas pendidikan juga sudah cukup merata. Karena itu, saya berharap stigma sekolah favorit dan nonfavorit ini perlahan bisa dihilangkan,” pungkasnya.

Pemerintah Kota Mataram juga terus berupaya melakukan pemerataan kualitas pendidikan melalui peningkatan infrastruktur dan distribusi tenaga pendidik di setiap sekolah. Langkah tersebut diharapkan dapat menghilangkan anggapan adanya sekolah favorit dan nonfavorit.

Bagikan
Sumber: suarantb.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks