MATARAM — Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal, memastikan akan meminta Satuan Tugas (Satgas) dan Badan Gizi Nasional (BGN) menindak tegas pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang nakal. Pernyataan itu disampaikan menyusul temuan di lapangan bahwa sejumlah pengelola masih mengambil margin atau untung tambahan dari belanja bahan baku program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Inspeksi Mendadak Ungkap Praktik Pengambilan Margin Tambahan
Iqbal mengungkapkan bahwa ia telah turun langsung ke beberapa titik SPPG dan menemukan indikasi penyimpangan. Praktik mencari keuntungan di luar ketentuan ini, menurutnya, berdampak langsung pada penurunan kualitas makanan yang diterima anak-anak sebagai penerima manfaat.
“Saya tahu, dan saya sudah turun ke beberapa tempat. Masih ada SPPG yang mencari margin atau untung tambahan dari bahan baku. Akhirnya kualitas menjadi menurun,” kata Iqbal di hadapan massa aksi yang menuntut program MBG tetap berjalan, Senin (22/6).
Seruan Tobat dan Ancaman Penutupan SPPG
Gubernur menegaskan bahwa program MBG merupakan program strategis untuk memenuhi kebutuhan gizi anak dan tidak boleh dijadikan ajang mencari keuntungan pribadi. Ia meminta seluruh pengelola SPPG untuk segera menghentikan praktik tersebut.
“Kalau yang tidak pernah mengambil margin tambahan dari bahan baku, alhamdulillah. Tapi yang masih melakukan, berhenti mulai hari ini. Tobat, istigfar, dan luruskan niat,” tegasnya.
Iqbal menambahkan, pemerintah provinsi tidak akan memberikan toleransi terhadap penyimpangan yang menyasar kebutuhan dasar anak-anak. Ia mengaku telah mencatat komitmen para pengelola SPPG dan siap mendorong penegakan hukum jika pelanggaran serupa kembali terjadi.
“Kalau program MBG ini dilanjutkan dan masih ada yang mengambil margin lebih dari belanja bahan baku, saya orang pertama yang akan meminta satgas dan BGN menangkap serta menutup SPPG yang melakukan itu,” ujarnya.
Pengawasan Diperketat Demi Kualitas Gizi Anak
Pernyataan tegas Gubernur NTB ini menjadi sinyal kuat bahwa pengawasan terhadap pelaksanaan program MBG akan diperketat. Pemerintah Provinsi NTB berkomitmen memastikan seluruh anggaran yang dialokasikan digunakan secara optimal untuk menjamin kualitas makanan yang disajikan, sehingga manfaat program benar-benar dirasakan oleh anak-anak sebagai penerima utama.