Pencarian

BRI Dorong Ekspor Serat Alam Lewat Craftote, Tembus Kanada hingga Jepang

Minggu, 31 Mei 2026 • 15:22:01 WIB
BRI Dorong Ekspor Serat Alam Lewat Craftote, Tembus Kanada hingga Jepang
Produk kerajinan serat alam Craftote kini menembus pasar ekspor di Kanada, Australia, Jepang, dan Inggris.

NUSA TENGGARA BARAT — Thio Siujinata, pemilik Craftote, memulai usahanya dengan menggabungkan konsep galeri kerajinan dan kedai kopi. Produk yang dihasilkan mengandalkan serat alam seperti eceng gondok, pelepah pisang, purun, bambu, dan rotan. Bahan-bahan itu dipilih karena ramah lingkungan dan aman terdekomposisi tanpa mencemari tanah, air, atau udara.

Serat alam tersebut kemudian disulap menjadi aneka kerajinan tangan: tas, keranjang, kursi, hingga dekorasi lampu dan dinding. Namun, saat pertama kali buka usaha pada 2021, jangkauan pemasaran Craftote sangat terbatas. Thio hanya mengandalkan promosi dari mulut ke mulut di lingkungan sekitar dan jaringan pribadi.

Dari Lingkungan Sekitar ke Pasar Empat Negara

BRI melihat potensi Craftote dan memasukkannya ke dalam program pemberdayaan. Melalui pendampingan, pelatihan, dan akses pembiayaan, produk serat alam itu mulai dikenal lebih luas. Tidak hanya di dalam negeri, tapi juga lintas benua.

Thio mengakui proses ekspor tidak terjadi dalam semalam. Butuh penyesuaian standar kualitas, kemasan, hingga regulasi bea cukai di masing-masing negara tujuan. Kini, Kanada, Australia, Jepang, dan Inggris menjadi pasar tetap produk-produk Craftote.

Dampak Nyata bagi Perajin Lokal

Keberhasilan ini berdampak langsung pada perajin lokal yang menjadi pemasok bahan baku. Eceng gondok yang semula dianggap gulma danau, kini punya nilai ekonomi. Pelepah pisang yang biasanya dibuang, diubah menjadi produk bernilai ekspor.

Thio berharap ke depannya semakin banyak perajin serat alam yang bisa mengikuti jejak Craftote. Kuncinya, kata dia, konsistensi dalam menjaga kualitas dan keberanian untuk keluar dari zona nyaman pemasaran lokal.

Pencapaian Craftote membuktikan bahwa produk ramah lingkungan buatan Indonesia mampu bersaing di pasar global. Selama ada pendampingan yang tepat, potensi ekspor kerajinan serat alam masih sangat terbuka lebar.

Bagikan
Sumber: inews.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks