MATARAM — Tim Seleksi Pemilihan Anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Nusa Tenggara Barat resmi membuka pendaftaran calon anggota untuk masa jabatan 2026–2029. Keputusan itu ditetapkan dalam rapat tim seleksi di Sekretariat Kantor DPRD NTB, Senin (22/6).
Ketua Tim Seleksi, Dr. H. Ahsanul Khalik, S.Sos., M.H., menegaskan proses ini terbuka bagi seluruh warga NTB yang memenuhi syarat. Ia menekankan pentingnya figur berintegritas dan independen untuk mengawal dunia penyiaran di daerah.
“Seleksi ini menjadi momentum menghadirkan figur terbaik dengan integritas, independensi, kompetensi, dan kepedulian terhadap kemajuan penyiaran di Nusa Tenggara Barat,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin.
Pendaftaran Daring, Dokumen Diunggah dalam Format PDF
Seluruh proses pendaftaran dilakukan secara online melalui laman https://ntbprov.go.id/seleksiKPID. Calon peserta wajib mengakses portal tersebut, mempelajari ketentuan, menyiapkan dokumen hasil pemindaian (PDF), dan mengisi formulir elektronik.
Tim Seleksi mengingatkan setiap pelamar mencermati seluruh persyaratan administrasi. Kelengkapan dokumen menjadi dasar penilaian pada tahap seleksi administrasi.
Petahana Tak Ikut Uji Kompetensi, Langsung Fit and Proper Test
Salah satu ketentuan khusus menyangkut calon petahana atau incumbent. Berdasarkan Keputusan Komisi Penyiaran Indonesia Nomor 3 Tahun 2024, petahana yang lulus seleksi administrasi tidak mengikuti uji kompetensi dan langsung menjalani Uji Kepatutan dan Kelayakan (Fit and Proper Test) di DPRD Provinsi.
“Ketentuan ini merupakan pedoman nasional yang menjadi acuan Tim Seleksi. Seluruh tahapan dilaksanakan konsisten sesuai regulasi untuk menjamin transparansi, kepastian hukum, dan perlakuan adil bagi seluruh peserta,” jelas Ahsanul.
Waspada Penipuan, Seleksi Tak Dipungut Biaya
Tim Seleksi menegaskan proses penjaringan ini tidak dipungut biaya dalam bentuk apa pun. Masyarakat diimbau waspada terhadap pihak yang mengatasnamakan tim seleksi dengan iming-iming kelulusan atau permintaan imbalan.
Ahsanul berharap proses ini mampu menjaring komisioner profesional, berintegritas, dan memiliki visi kuat menjaga kualitas penyiaran. “Semakin banyak putra-putri terbaik NTB yang berpartisipasi, semakin besar peluang mendapatkan komisioner KPID yang kredibel dan mampu mengawal penyiaran berkualitas demi kepentingan masyarakat,” tutupnya.