Pencarian

May Mobility Gandeng CaoCao untuk Ekspansi Robotaxi ke Eropa, Targetkan Skala Komersial

Rabu, 24 Juni 2026 • 22:03:31 WIB
May Mobility Gandeng CaoCao untuk Ekspansi Robotaxi ke Eropa, Targetkan Skala Komersial
May Mobility dan CaoCao resmi bekerja sama untuk ekspansi robotaxi di Eropa.

May Mobility dan CaoCao mengumumkan kerja sama strategis pada Rabu (12/2/2025) yang bertujuan mempercepat komersialisasi robotaxi di luar negeri. Dalam skema kemitraan ini, CaoCao akan bertindak sebagai pemilik dan operator armada—menangani dukungan kendaraan serta perawatan—sementara May Mobility akan menyuplai sistem teknologi mengemudi otonomnya.

Eropa Jadi Panggung Uji Coba Pertama

Eropa dipilih sebagai titik awal karena dinilai memiliki lingkungan berkendara yang beragam dan potensi komersialisasi robotaxi yang kuat. "Pasar Eropa menawarkan real-world environment yang variatif," kata perwakilan CaoCao dalam pernyataan resmi. Kedua perusahaan belum menyebutkan negara atau kota spesifik yang akan menjadi lokasi uji coba.

May Mobility sendiri bukan pendatang baru di dunia kemitraan ride-hailing. Mereka sebelumnya telah bekerja sama dengan Lyft dan Uber untuk menghadirkan robotaxi di Atlanta, Georgia, dan akan segera meluncur di Arlington, Texas. Di Jepang, perusahaan ini sudah mengoperasikan layanan otonom secara komersial sejak awal 2025.

500.000 Perjalanan Otonom dan Target 100.000 Robotaxi

Hingga saat ini, May Mobility mengklaim telah menyelesaikan lebih dari setengah juta perjalanan otonom komersial di Amerika Serikat dan Jepang. Armada yang digunakan adalah Toyota Sienna minivan hybrid-electric yang dimodifikasi dengan sistem otonom milik mereka. Perusahaan juga berencana mengumumkan platform kendaraan pihak ketiga yang baru pada akhir tahun ini.

Sementara itu, CaoCao—yang merupakan anak usaha dari grup teknologi China, Geely—memiliki ambisi besar. Pekan lalu, perusahaan mengumumkan target mengoperasikan 100.000 robotaxi dan 100.000 robovan pada 2030. Angka ini sejalan dengan tren perusahaan ride-hailing global yang mulai serius menjajaki otonomi penuh. Uber dan Lyft, misalnya, telah menjalin kolaborasi dengan Waymo, Nuro, dan Tensor.

Sistem Multi-Policy: Kunci Navigasi di Pasar Baru

Salah satu keunggulan yang ditawarkan May Mobility adalah sistem multi-policy decision making. Teknologi ini memungkinkan kendaraan otonom menerapkan penalaran mirip manusia secara real-time untuk menangani situasi tak terduga. "Kami menggabungkan kecepatan AI dengan presisi untuk menangani skenario yang muncul secara spontan," klaim perusahaan. Kemampuan ini dinilai krusial saat memasuki pasar baru dengan pola lalu lintas dan kebiasaan berkendara yang berbeda.

Langkah May Mobility dan CaoCao menunjukkan bahwa persaingan robotaxi tidak lagi hanya soal teknologi, melainkan juga soal ekosistem operasional dan kemitraan lintas negara. Eropa kini menjadi medan tempur baru yang patut disimak.

Bagikan
Sumber: cnet.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks