LOMBOK TENGAH — Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri menutup langsung perhelatan MTQ XXXI tingkat provinsi di Bencingah Agung Masmirah, Lombok Tengah, Senin (15/6) malam. Momen penutupan bertepatan dengan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah, menjadi pengingat bahwa kompetisi ini bukan sekadar lomba membaca dan menghafal Alquran.
“Alquran harus menjadi benteng yang kokoh bagi generasi penerus yang akan melanjutkan pembangunan di Nusa Tenggara Barat,” ujar Wagub yang akrab disapa Umi Dinda dalam sambutannya.
Lombok Tengah Juara, Lombok Timur di Posisi Kedua
Lombok Tengah memastikan gelar juara umum dengan raihan 245 poin. Posisi kedua ditempati Lombok Timur dengan 177 poin, disusul Lombok Barat (147 poin), Kabupaten Bima (142 poin), dan Sumbawa Barat (141 poin). Di luar posisi lima besar, Sumbawa mengumpulkan 102 poin, Kota Mataram 101 poin, Kota Bima 87 poin, Dompu 58 poin, dan Lombok Utara 42 poin.
Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri menyebut pencapaian ini sebagai hasil pembinaan berjenjang di daerahnya. Ia juga mengapresiasi penilaian dari Kementerian Agama RI yang menyebut atmosfer MTQ XXXI NTB setara dengan MTQ tingkat nasional.
Bukan Sekadar Kompetisi, tapi Gerakan Pembinaan Berkelanjutan
Umi Dinda menegaskan, keberhasilan MTQ tidak diukur semata dari gelar juara, melainkan dari tumbuhnya kecintaan masyarakat terhadap Alquran dan meningkatnya semangat mengamalkan nilai-nilai Qurani. Pemerintah Provinsi NTB akan terus mendorong MTQ menjadi gerakan pembinaan Alquran yang berkelanjutan, sejalan dengan visi menjadikan NTB sebagai Serambi Alquran.
“MTQ boleh berakhir, tetapi semangat membumikan Alquran harus terus hidup di keluarga, sekolah, lingkungan kerja, dan seluruh sendi kehidupan masyarakat,” tegas Wagub.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Dewan Hakim, LPTQ, panitia, aparat keamanan, serta seluruh peserta yang telah menyukseskan acara. Para juara yang lahir dari ajang ini diharapkan mampu menjadi duta terbaik NTB pada MTQ tingkat nasional mendatang.
Estafet Pembinaan Alquran Berlanjut ke Daerah Lain
Dengan berakhirnya MTQ XXXI, estafet pembinaan Alquran di NTB diharapkan semakin kuat. Bupati Lombok Tengah menambahkan, berakhirnya perlombaan bukan berarti syiar Alquran ikut berhenti. Sebaliknya, ini menjadi awal untuk memperkuat pengamalan nilai-nilai Qurani di tengah masyarakat.
“Hasil ini menunjukkan semakin berkembangnya pembinaan Tilawatil Qur’an di seluruh kabupaten dan kota di NTB. Selain kompetisi, MTQ juga menjadi sarana mempererat silaturahmi dan mendorong lahirnya generasi Qurani yang unggul,” tutup Pathul Bahri.