Honda sepertinya sadar bahwa ekspektasi pasar terhadap nama Prelude bisa meleset. Dalam undangan media yang dikirimkan kepada jurnalis, pabrikan asal Jepang itu menekankan bahwa "Prelude bukanlah sebuah sports car." Peringatan itu masuk akal. Jika dibandingkan dengan kompetitor seperti Mazda MX-5 atau Subaru BRZ, Prelude kalah bobot—kedua rival itu lebih ringan ratusan kilogram. Subaru BRZ bahkan menawarkan tenaga lebih besar dari Prelude yang hanya menghasilkan 200 tenaga kuda (149 kW).
Bukan Sekadar Coupe Biasa, Tapi Teknologi Showcase
Namun, setelah menghabiskan seminggu mengendarai Prelude berwarna biru cerah, para penguji mulai melupakan perbandingan teknis itu. "Ini mungkin salah satu mobil terbaik yang akan kami kendarai tahun ini," tulis reviewer The Verge dalam ulasannya. Honda memang tidak pernah mendesain Prelude sebagai mobil sport dalam lima generasi sebelumnya. Mobil ini selalu menjadi etalase teknologi—memperkenalkan fitur injeksi bahan bakar, kemudi empat roda, variable valve timing, dan active torque transfer.
Untuk generasi keenam ini, fitur andalannya adalah S+ Shift. Sistem ini menambahkan karakter sporty pada mesin hybrid empat silinder milik Honda. Alih-alih transmisi CVT yang terasa hambar, S+ Shift mensimulasikan perpindahan gigi yang lebih responsif dan agresif, memberikan sensasi berkendara yang lebih terhubung dengan mesin.
Perbandingan dengan Pesaing: Lebih Berat, Lebih Irit
Dari segi bobot, Prelude berada di angka 3.261 lbs (1.479 kg)—hampir identik dengan Volkswagen Golf GTI. Bedanya, Golf GTI menghasilkan tenaga 20 persen lebih besar dan memiliki kursi belakang yang bisa diisi penumpang dewasa. Prelude, meski secara teknis adalah hatchback tiga pintu, tetap mempertahankan DNA coupe dengan dua kursi belakang yang lebih sempit.
Keunggulan Prelude justru terletak pada efisiensi. Dengan konsumsi bahan bakar mencapai 44 mpg, mobil ini menjadi salah satu coupe hybrid paling irit di pasaran. Angka tersebut jelas tidak bisa ditandingi oleh MX-5, BRZ, atau Golf GTI yang rata-rata hanya mencapai 25-30 mpg. Bagi konsumen Indonesia yang sensitif terhadap harga BBM, efisiensi ini bisa menjadi nilai jual utama.
Kapan Meluncur di Indonesia? Belum Ada Kepastian
Hingga berita ini diturunkan, Honda Prospect Motor belum memberikan pernyataan resmi mengenai kemungkinan kehadiran Prelude 2026 di Indonesia. Namun, melihat sejarah Honda yang kerap membawa mobil ikoniknya ke pasar lokal—seperti Civic Type R dan Honda e—bukan tidak mungkin Prelude akan menyusul. Harga USD 42.000 setara dengan Rp 672 juta, yang jika ditambah pajak dan bea masuk, bisa menembus angka Rp 1 miliar di Tanah Air.
Untuk saat ini, Prelude 2026 hanya dipasarkan di Amerika Serikat dan beberapa negara Eropa. Honda belum mengumumkan jadwal ekspansi ke kawasan Asia Tenggara.