Pencarian

Guru PNS di Sumbawa Tebas Dua Perempuan Kakak-Adik Hingga Kritis, Motifnya Utang Piutang Rp Puluhan Juta

Sabtu, 23 Mei 2026 • 23:30:24 WIB
Guru PNS di Sumbawa Tebas Dua Perempuan Kakak-Adik Hingga Kritis, Motifnya Utang Piutang Rp Puluhan Juta
Guru PNS di Sumbawa menyerang dua perempuan kakak-adik hingga kritis akibat utang piutang.

SUMBAWA — Peristiwa penyerangan sadis itu terjadi di Desa Labuan Kuris, Kecamatan Lape, Jumat (22/5) malam. Dua korban, Bulaeng (43) dan Cantika (40), kini masih menjalani perawatan intensif di Puskesmas Lape dengan luka parah. Bulaeng mengalami luka sayat pada punggung belakang, sementara Cantika menderita luka robek di kepala akibat tebasan parang.

Utang yang Tak Kunjung Dibayar Jadi Pemicu

Kasi Humas Polres Sumbawa, Ipda Mulyawansyah, mengungkapkan bahwa masalah bermula dari utang istri FRM, Rahma, kepada Bulaeng. Utang tersebut sudah menumpuk hingga puluhan juta rupiah dan sudah lama ditagih oleh korban. Namun, Rahma ngotot tidak mau membayar.

"Masalah awalnya cekcok antara istri FRM dengan korban terkait utang piutang," ujar Mulyawansyah kepada awak media, Sabtu (23/5/2026).

Kesal Ditagih, Pelaku Langgas Ambil Parang

Puncak amukan terjadi saat Bulaeng kembali menagih utang tersebut di depan rumah FRM. Bukannya melerai, FRM yang mendengar pertengkaran itu justru tersulut emosi. Ia mengambil parang dan langsung menyerang kedua korban yang merupakan kakak beradik itu.

"Sudah lama sekali ditagih oleh korban. Saat ditagih lagi tadi, FRM malah kesal hingga berujung menganiaya korban dan adiknya," jelas Mulyawansyah.

Pelaku Ditangkap, Korban Masih Dirawat Intensif

FRM ditangkap aparat gabungan Polsek Lape dan Polres Sumbawa tak lama setelah kejadian. Kini, dua perempuan yang menjadi korban kebrutalan guru PNS itu harus menjalani perawatan intensif akibat luka yang cukup parah.

"Korban masih dirawat intensif di Puskesmas Lape. Kondisi luka yang dialami juga parah," imbuh Mulyawansyah.

Polisi masih mendalami kasus ini dan menjerat FRM dengan pasal penganiayaan berat. Peristiwa ini menjadi pengingat pahit bagaimana persoalan utang antarwarga bisa berujung pada tragedi kemanusiaan.

Bagikan
Sumber: detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks