LOMBOK TIMUR — Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi NTB menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Kader Keamanan Pangan Sekolah di Lombok Timur. Kegiatan ini menyasar langsung ekosistem sekolah sebagai garda terdepan pengawasan pangan.
Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Timur, M. Nurul Wathoni, M.Pd. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa kesehatan dan kecerdasan anak didik berawal dari apa yang mereka konsumsi sehari-hari di sekolah.
Kader Jadi Agen Perubahan di Lingkungan Sekolah
Melalui bimtek ini, para kader diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang memastikan jajanan di lingkungan sekolah aman, sehat, dan bebas dari bahan berbahaya. “Kesehatan dan kecerdasan anak didik berawal dari apa yang mereka konsumsi sehari-hari di sekolah,” ujar M. Nurul Wathoni.
Pemkab Lombok Timur menargetkan sekolah-sekolah yang terlibat segera mengimplementasikan ilmu yang didapat secara berkelanjutan. Kader yang telah dilatih diharapkan mampu melakukan pengawasan mandiri secara berkala.
Mengapa Pengawasan Jajanan Sekolah Mendesak?
Kasus keracunan makanan atau gangguan kesehatan akibat jajanan tidak sehat masih kerap terjadi di sejumlah daerah. Program ini menjadi langkah preventif agar risiko tersebut bisa dicegah sejak dini.
Kolaborasi lintas sektor antara BPOM NTB, Dinas Pendidikan, dan pihak sekolah dinilai strategis untuk menjaga kesehatan generasi penerus bangsa. Program ini merupakan bagian dari program strategis nasional untuk membudayakan keamanan pangan di satuan pendidikan.
Komitmen Bersama Wujudkan Generasi Emas
Kegiatan ditutup dengan komitmen bersama antara pihak sekolah, Dinas Pendidikan, dan BPOM NTB untuk mengawal program ini. Harapannya, tercipta generasi emas Lombok Timur yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.
Pemkab Lotim berharap pengawasan mandiri oleh kader bisa berjalan rutin, bukan hanya seremonial. Dengan begitu, jajanan sehat di sekolah bukan sekadar wacana, melainkan kebiasaan yang membudaya.