LOMBOK TIMUR — Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), memperketat pengawasan lalu lintas dan kesehatan ternak menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan setempat mengerahkan tim teknis untuk memantau kondisi fisik hewan kurban di seluruh wilayah.
Langkah preventif ini bertujuan menjamin kualitas daging yang akan didistribusikan kepada masyarakat. Fokus utama petugas adalah memastikan tidak ada hewan sakit yang lolos seleksi untuk disembelih pada hari raya mendatang.
"Untuk pemeriksaan dilakukan dua tahap yaitu ante mortem (pemeriksaan hewan sebelum) dipotong di kandang ternak maupun kandang kumpul," kata Sekretaris Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lombok Timur drh. Surya Wahyudi, Senin (4/5).
Pengawasan Ketat dari Kandang Hingga Rumah Potong
Pemeriksaan tahap kedua atau post mortem akan dilakukan tepat saat proses penyembelihan berlangsung. Petugas akan memeriksa organ dalam hewan di Rumah Potong Hewan (RPH) maupun lokasi pemotongan mandiri di masyarakat guna mendeteksi penyakit yang tidak terlihat secara fisik luar.
Tim ahli disebar secara merata di 21 kecamatan untuk menjangkau pengepul besar hingga peternak skala kecil. Keberadaan petugas di lapangan diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi warga yang hendak membeli hewan kurban.
“Kami sebar petugas di 21 kecamatan di wilayah Lombok Timur," ucap Surya. Ia menekankan bahwa pengawasan ini merupakan komitmen pemerintah untuk menjaga standar ASUH di tengah masyarakat.
Populasi Sapi dan Kambing Kurban 2026 Meningkat
Berdasarkan data terbaru, jumlah hewan kurban di Lombok Timur tahun ini menunjukkan tren kenaikan signifikan dibandingkan periode sebelumnya. Peningkatan ini mencakup komoditas sapi maupun kambing yang menjadi pilihan utama warga setempat.
Pada 2025, tercatat jumlah hewan kurban terdiri dari 3.229 ekor sapi, 2.947 ekor kambing, dan dua ekor domba. Sementara itu, data sementara untuk tahun 2026 menunjukkan angka sapi naik menjadi 3.390 ekor dan kambing mencapai 3.094 ekor.
“Dinas Peternakan dan Keswan Lombok Timur berkomitmen memastikan kesehatan hewan kurban terjamin dari hulu sampai hilir, sehingga masyarakat mendapatkan daging kurban yang sehat," tutur Surya Wahyudi.
Hingga saat ini, total hewan kurban yang telah terdata melampaui angka 6.400 ekor. Dinas terkait terus memperbarui data tersebut seiring mendekatnya hari raya untuk memastikan seluruh ternak mendapatkan sertifikat kesehatan yang layak.