NUSA TENGGARA BARAT — TSMC menghubungi sejumlah pemasok peralatan untuk membahas motor mesin produksi chip yang tidak bergantung pada magnet berbahan tanah jarang dari China, menurut laporan Reuters 22 Oktober 2026. Langkah ini menyusul risiko pembatasan ekspor yang bisa mengganggu operasional pabrik semikonduktor. Pembahasan masih tahap awal dan belum ada jadwal penerapan teknologi alternatif.
Pabrik semikonduktor TSMC membutuhkan motor presisi tinggi untuk menggerakkan peralatan produksi, dan selama ini komponen tersebut mengandalkan magnet berbahan unsur tanah jarang. Ketergantungan pada rantai pasok China menjadi titik rawan yang ingin dikurangi perusahaan asal Taiwan itu.
Reuters melaporkan TSMC telah menghubungi para pemasok peralatan untuk membahas alternatif motor yang tidak memakai material langka tersebut. Tujuannya jelas: meminimalkan risiko gangguan operasional bila China membatasi ekspor.
Mengapa Tanah Jarang Jadi Masalah
Unsur tanah jarang adalah kelompok 17 unsur kimia yang dipakai luas di teknologi modern. Salah satu pemanfaatan utamanya adalah magnet berkekuatan tinggi untuk motor mesin industri, termasuk peralatan di pabrik semikonduktor.
China mendominasi rantai pasok material ini, dari penambangan, pemurnian, hingga produksi magnet. Jika ekspor terganggu, TSMC berisiko kesulitan memperoleh komponen untuk merawat mesin, memperbaiki peralatan, dan memperluas fasilitas produksi.
Teknologi Motor yang Dijajaki
TSMC sedang membahas beberapa pilihan: motor induksi, motor switched-reluctance, dan motor dengan magnet ferit. Ketiganya bisa menekan ketergantungan pada magnet tanah jarang, tetapi masing-masing punya kompromi pada efisiensi, ukuran, tenaga, dan presisi.
Penggantian motor tidak bisa dilakukan sembarangan. Mesin di pabrik semikonduktor menuntut tingkat presisi tinggi, sehingga setiap alternatif harus lolos persyaratan operasional sebelum dipakai secara luas.
Pembahasan dengan pemasok masih berada di tahap awal. Belum ada kepastian kapan TSMC akan menerapkan teknologi alternatif tersebut.
Jalur Produksi Tanah Jarang di Taiwan
Taiwan berencana membangun jalur produksi percontohan untuk pengolahan material tanah jarang dalam tiga tahun ke depan. Kapasitasnya ditargetkan memenuhi sekitar 50% kebutuhan domestik.
Rencana tersebut memberi ruang bagi industri chip Taiwan untuk mengurangi ketergantungan impor, meski skalanya belum menutup seluruh kebutuhan.
Dampak ke Rantai Pasok Global
Bagi TSMC, upaya ini penting untuk menjaga produksi chip bagi klien besar seperti NVIDIA dan Apple. Gangguan pasokan komponen mesin berpotensi merembet ke industri teknologi secara luas, mulai dari smartphone, komputer, hingga pusat data.
Produksi chip untuk perangkat sehari-hari dan infrastruktur komputasi awan bergantung pada kelancaran operasional pabrik. Karena itu, diversifikasi komponen mesin menjadi bagian dari strategi ketahanan rantai pasok jangka panjang.