LOMBOK UTARA — Kepala Dinas Kebudayaan NTB M. Ihwan menyebut pengajuan Bayan sebagai warisan dunia merupakan bagian dari visi besar mengembangkan NTB sebagai kawasan strategis kebudayaan. Bayan diposisikan sebagai salah satu sentral budaya yang potensinya berbeda dari kawasan lain di lingkar Rinjani selatan, timur, pusat di Kota Mataram, hingga Pulau Sumbawa.
Menurut Ihwan, setiap kawasan budaya di NTB memiliki jenis dan potensi yang tidak seragam. Karena itu, pendekatan pengusulan ke tingkat internasional tidak bisa diseragamkan.
Mengapa Bayan Diajukan sebagai Ekosistem Budaya Utuh
Ihwan menegaskan, dorongan ini mengikuti arahan Gubernur agar Bayan melangkah paling depan dalam perlindungan budaya. Prinsip utamanya menjaga kelestarian kearifan lokal tanpa terjebak komersialisasi berlebihan.
Ia menyoroti risiko wisata budaya yang terlalu jauh dikomersialkan di sejumlah daerah. Menurut dia, nilai sakral budaya bisa terkikis jika pelestarian dikalahkan kepentingan pasar.
"Ini amanat Pak Gubernur, agar Bayan lari terdepan, tidak untuk mewisatakan budaya, karena di tempat lain sudah terlalu diwisatakan budayanya jadi hilang. Namun kita tetap menjaga kearifan lokal," tegas Ihwan.
Generasi Muda Bayan Bergerak sebagai Pewaris Kebudayaan
Ihwan menyebut keterlibatan aktif anak-anak muda setempat menjadi penopang utama semangat pelestarian di Bayan. Mereka bergerak bersama karena sadar posisinya sebagai pewaris sah kebudayaan leluhur.
Ia juga berpesan agar warga tidak pernah malu menjadi orang NTB. Kekayaan alam dan budaya yang dimiliki, menurut dia, jauh melampaui daerah lain.
"Di Bayan ini kita miliki air yang sejuk, padahal di tempat lain sedang kekeringan. Kita miliki semuanya," tambahnya.
Harapan Pemulihan Bale Beleq Timuk Orong Pascakebakaran
Di tengah dorongan membawa Bayan ke kancah global, Ihwan menyampaikan harapan agar proses pemulihan desa adat berjalan lancar. Harapan itu menyusul kebakaran yang melanda Bale Beleq Timuk Orong di kompleks Kampu Bayan, Desa Bayan, Kabupaten Lombok Utara, pada Kamis (19/2/2026).
Bangunan adat tersebut merupakan salah satu penanda penting kawasan ekosistem budaya Bayan. Pemulihan yang tepat dinilai menentukan kelangsungan nilai kearifan lokal yang hendak diajukan ke tingkat dunia.
Dengan komitmen masyarakat dan pemerintah daerah, kawasan ekosistem budaya Bayan diharapkan terus hidup sebagai benteng kearifan lokal. Pengajuan sebagai warisan dunia pun disiapkan sebagai langkah lanjutan setelah pelestarian dan pemulihan berjalan.