SUMBAWA BESAR — Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa, Syarifah, menyatakan tim kabupaten bersama BPKP sudah turun langsung ke lokasi kantong kemiskinan. Kunjungan itu untuk memastikan pola penanganan yang akan diterapkan pada desa-desa tersebut.
Evaluasi mencakup 23 desa yang tersebar di sejumlah kecamatan. Penetapan lokasi mengacu pada surat keputusan Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat RI Nomor 6 Tahun 2026.
Daftar Desa yang Masuk Evaluasi BPKP
Dari data yang dihimpun, 23 desa kantong kemiskinan di Sumbawa meliputi Desa Baru, Baturotok, Tangkampulit, Bao Desa, dan Tepal. Kemudian Batudulang, Sempe, Brang Rea, Usar Mapin, Labuhan Aji, Sebotok, dan Tarusa.
Desa lainnya adalah Juru Mapin, Rhee Loka, Simu, Pemasar, Mata, dan Labuhan Pidang. Di Kecamatan Orong Telu tercatat Desa Senawang, Telaga, Mungkin, dan Sebeok.
Infrastruktur Dasar Jadi Prioritas Penanganan
Hasil evaluasi BPKP akan dipakai pemerintah untuk menindaklanjuti penanganan desa tersebut. Fokus utamanya pemenuhan infrastruktur dasar: jalan, sarana pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan pembangunan masyarakat.
Syarifah menyebut pola pendampingan akan dilakukan secara komprehensif dan kolaboratif lintas organisasi perangkat daerah (OPD). Sebab, setiap desa punya kendala berbeda sehingga penanganannya bisa lebih terarah.
"Hasil evaluasi ini nantinya akan menjadi pedoman dalam pelaksanaan program di tahun 2027," kata Syarifah, pekan kemarin.
Pemda Akui Intervensi Belum Maksimal
Pemerintah daerah sebenarnya sudah melakukan intervensi terhadap kantong-kantong kemiskinan di Sumbawa. Namun Syarifah mengakui langkah itu belum berjalan maksimal.
Pihak swasta juga didorong ikut mengintervensi kantong kemiskinan daerah. Kolaborasi dengan dunia usaha dinilai penting agar penanganan tidak hanya bergantung pada anggaran pemerintah.
"Tim kabupaten bersama BPKP sudah melakukan kunjungan ke lokasi kantong kemiskinan untuk memastikan pola penanganan yang akan dilakukan nanti terhadap desa-desa tersebut," ucapnya.
Target 2027: Akses Jalan, Pendidikan, dan Kesehatan
Pemkab Sumbawa menargetkan jumlah kantong kemiskinan terus ditekan dari 23 desa. Perencanaan 2027 difokuskan menuntaskan persoalan infrastruktur dasar yang masih jadi catatan, terutama akses jalan, pendidikan, dan kesehatan.
Pemerintah juga terus mengupayakan program dari kementerian dan lembaga lain. Tujuannya menekan jumlah kantong kemiskinan yang ada saat ini untuk diintervensi lebih lanjut.
"Kami juga terus berupaya mendapatkan program dari kementerian dan lembaga lainnya untuk terus menekan jumlah kantong kemiskinan yang ada saat ini untuk kita intervensi lebih lanjut," tukas Syarifah.