SUMBAWA BESAR — Rombongan Pemkab Sumbawa diterima perwakilan Dewan Nasional KEK dalam pertemuan yang juga dihadiri unsur pimpinan DPRD Kabupaten Sumbawa. Bupati Syarafuddin Jarot datang didampingi Sekretaris Daerah Budi Prasetiyo dan Kepala Bapperida Dedy Heriwibowo.
Dari sisi legislatif, hadir Wakil Ketua I DPRD Sumbawa Berlian Rayes dan Wakil Ketua III Zulfikar Demitry. Kehadiran unsur legislatif itu disebut Bupati sebagai bentuk dukungan politik agar proses regulasi dan penganggaran KEK Samota lebih lancar.
Enam Komoditas Andalan di Kawasan Samota
Syarafuddin menyebut ada enam komoditas unggulan yang bakal menjadi tulang punggung kawasan ini, yakni rumput laut, udang, kerapu, ikan tangkap, bandeng, dan ubur-ubur. Menurutnya, pengelolaan yang tepat pada sektor-sektor itu akan memberi dampak ekonomi langsung bagi warga, di samping sektor pariwisata.
"Ada enam komoditas andalan Samota yakni rumput laut, udang, kerapu, ikan tangkap, bandeng, dan ubur-ubur. Jika itu bisa kita kelola dengan baik akan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat disamping sektor pariwisata," ucapnya.
Selain komoditas perikanan dan kelautan, Pemkab Sumbawa menargetkan penguatan sektor pertanian, perkebunan, peternakan, dan sentra garam. Pengembangan kawasan juga diarahkan untuk menjaga swasembada pangan, air, dan energi berkelanjutan.
Infrastruktur Darat, Laut, dan Udara Dinilai Sudah Memadai
Dari sisi kesiapan wilayah, Syarafuddin menilai infrastruktur transportasi darat, laut, dan udara di Sumbawa sudah memadai. Kondisi itu dinilai bisa memperkuat arus kunjungan wisatawan begitu KEK beroperasi.
Ia optimistis KEK Samota akan menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi di Pulau Sumbawa. Potensi alam, budaya, dan wisata minat khusus di kawasan tersebut disebutnya sebagai modal pembangunan yang harus dikelola maksimal.
"Potensi tersebut harus kita kelola sebaik-baiknya sebagai salah satu modal pembangunan untuk mengeksplorasi kemajuan ekonomi di Pulau Sumbawa," tambahnya.
Dorong Penguatan Kapasitas Fiskal Daerah
Bupati menyebut pengembangan KEK Samota juga diharapkan memperkuat kapasitas fiskal daerah untuk pendanaan pembangunan. Skema kawasan ekonomi khusus memungkinkan masuknya investasi lebih besar dibandingkan skema pembangunan biasa.
Pertemuan di Jakarta itu menjadi bagian dari ikhtiar Pemkab Sumbawa mendorong realisasi KEK Samota yang sudah lama masuk pembahasan pemerintah pusat. "Pertemuan ini menjadi bagian dari ikhtiar kami dalam mendorong pengembangan KEK Samota bisa segera terwujud setelah menjadi wacana pemerintah sejak beberapa tahun terakhir," kata Syarafuddin.
Langkah berikutnya menunggu proses di Dewan Nasional KEK. Dukungan DPRD Sumbawa diharapkan mempercepat tahapan regulasi dan penganggaran yang dibutuhkan untuk operasionalisasi kawasan.