LOMBOK UTARA — Kepala Dispusarsip Lombok Utara, Rusdianto, menyebut pembangunan cafe literasi diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar ratusan juta rupiah. Pihaknya masih menunggu dukungan anggaran daerah sebelum merealisasikan rencana tersebut.
"Kami berupaya untuk memberikan pelayanan optimal, agar pengunjung lebih nyaman dalam membaca buku yang disiapkan," ujar Rusdianto kepada Radar Mandalika.
Lahan Sudah Disiapkan di Area Kantor Dinas
Rusdianto menyatakan perencanaan cafe literasi sudah disusun. Lahan yang akan dipakai berada di area kantor dinas yang masih menyisakan ruang kosong.
"Kita sudah susun perencanaannya, lahan kami siapkan diareal kantor yang masih tersedia lahan, kami targetkan tahun depan bisa dibangun kafe literasi," ucapnya.
Fasilitas itu nantinya dilengkapi berbagai penunjang untuk membuat pengunjung betah berlama-lama membaca. Selama ini perpustakaan daerah sudah menyediakan ruangan ber-AC, Wi-Fi, komputer, serta permainan edukatif bagi anak-anak tingkat PAUD.
Kunjungan Masih Rendah, IPLM Jadi Sorotan
Tingkat kunjungan ke perpustakaan daerah Lombok Utara masih tergolong kecil. Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) di wilayah itu juga masih rendah.
Kehadiran pengunjung umumnya terdorong momen tertentu, seperti kunjungan sekolah yang diarahkan guru. Banyak warga disebut belum mengetahui keberadaan perpustakaan daerah di Lombok Utara.
Pengelola pun gencar melakukan sosialisasi dan edukasi agar informasi soal fasilitas ini tersebar lebih luas. Upaya itu dilakukan bersamaan dengan penyiapan inovasi layanan.
Digitalisasi Berjalan, Pojok Baca Digital Hadir di Kayangan
Di tengah tantangan digitalisasi, perpustakaan konvensional mengalami degradasi. Pengelola mulai melangkah menuju perpustakaan digital meski jumlah referensi digital masih terbatas.
"Kita sudah mendapat dukungan dari pusat juga untuk perpustakaan digital," tutur Rusdianto.
Bantuan fasilitas pojok baca digital dari pusat salah satunya sudah bisa diakses masyarakat di wilayah Kayangan. Lewat layar khusus seperti televisi pintar, warga dapat mengakses berbagai koleksi bacaan digital dengan lebih mudah.
Dispusarsip Lombok Utara berharap cafe literasi dan perluasan akses digital berjalan beriringan. Dua langkah itu dinilai bisa mendorong minat baca warga sekaligus memperluas jangkauan layanan perpustakaan daerah.