Pencarian

Teleskop Nancy Grace Roman Berawal dari Satelit Mata-mata yang Tak Pernah Diluncurkan

Minggu, 11 Oktober 2026 • 10:34:01 WIB
Teleskop Nancy Grace Roman Berawal dari Satelit Mata-mata yang Tak Pernah Diluncurkan
Teleskop Luar Angkasa Nancy Grace Roman milik NASA menuju Titik Lagrange 2 Bumi untuk survei langit.

NUSA TENGGARA BARAT — Teleskop Luar Angkasa Nancy Grace Roman milik NASA kini menuju Titik Lagrange 2 Bumi untuk survei langit 1.000 kali lebih cepat dari Hubble. Cermin utama teleskop ini berukuran diameter 7,9 kaki, sama dengan Hubble, tapi bobotnya kurang dari seperempatnya. Cermin itu ternyata bukan buatan NASA, melainkan sisa program satelit mata-mata Amerika Serikat yang dibatalkan.

National Reconnaissance Office (NRO) memulai pengembangan program satelit mata-mata generasi baru pada 1990-an. Program bernama Future Imagery Architecture itu rencananya menempatkan sejumlah satelit mirip Hubble di orbit, tetapi mengarah ke Bumi, bukan ke luar angkasa.

NRO sempat membangun beberapa unit. Namun setelah pembengkakan biaya miliaran dolar, NRO kehilangan kepercayaan bahwa Boeing sebagai produsen satelit mampu menyerahkan aset sesuai waktu dan anggaran yang dijanjikan. Pemerintah akhirnya menghentikan seluruh program.

Dua satelit tidak pernah lepas landas dan terpaksa disimpan di sebuah gudang di Rochester, New York. Dari sinilah jalan teleskop Roman mulai terbentuk.

Cermin 7,9 Kaki yang Tak Jadi Dipakai Mata-mata

Michael Moore, deputi direktur bidang astrofisika NASA saat itu, mendengar dari kontaknya bahwa aset tersebut hanya tergeletak di gudang. Ia menghubungi NRO dan menanyakan apakah NASA bisa mengambil alih, tetapi kantor satelit mata-mata itu menolak.

Pada 2011, NRO menelepon Moore kembali dan memberi tahu bahwa NASA boleh datang melihat. NASA pun mengunjungi gudang dan melihat langsung dua satelit mirip Hubble yang sebagian sudah dibongkar, plus satu cermin ketiga.

Waktunya tepat. NASA baru mulai memikirkan teleskop luar angkasa berikutnya, tetapi karena keterbatasan anggaran kemungkinan harus puas dengan ukuran lebih kecil dari Hubble. Cermin berukuran hanya 5 kaki disebut tidak cukup menggairahkan dunia sains, menurut laporan The New York Times.

Desain Ulang Total demi Misi Astronomi

Jawabannya menjadi mudah ketika NASA mendapat cermin jauh lebih besar dan lebih ringan secara gratis. NASA mengambil alih cermin itu dan merancang ulang seluruh teleskop di sekitarnya. Cermin baru memungkinkan gambar lebih luas dan lebih detail.

NASA juga berani merancang koronagraf canggih, yang bisa menekan cahaya bintang jauh sehingga ilmuwan lebih mudah mengamati planet di sekitarnya.

Namun cermin gratis bukan berarti tanpa biaya. Karena awalnya dirancang untuk memata-matai pangkalan militer, NASA harus merekayasa ulang cermin itu untuk misi astronomi. Bentuknya harus dimodifikasi dan dilapisi perak setebal 400 nanometer, sekitar 200 kali lebih tipis dari sehelai rambut manusia.

NASA juga tetap harus merancang satelit tempat cermin dipasang, karena wahana mata-mata itu tidak cocok untuk keperluan sains, plus seluruh instrumennya. Menurut Scientific American, biaya tersebut cukup tinggi sehingga NASA hanya mengambil satu cermin meski NRO menawarkan lebih. The New York Times menyebut NASA sempat mengambil cermin kedua, tetapi kemudian mengembalikannya.

Jadwal Lebih Cepat dan Anggaran Lebih Hemat

Satu cermin itu kini terpasang di Teleskop Luar Angkasa Nancy Grace Roman dan sedang dalam perjalanan menjalankan misi sains. Seluruh proyek Roman berjalan lebih cepat dari jadwal dan di bawah anggaran, istilah yang jarang terdengar di dunia antariksa.

Berkat kendali jarak jauh yang cakap dari NASA, Roman sudah menggandakan masa pakai bahan bakarnya. Artinya, cermin mata-mata yang pertama dibangun pada awal 2000-an itu masih punya sekitar 22 tahun riset astrofisika di depan.

Follow lombok24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jalopnik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks