NUSA TENGGARA BARAT — Pemerintah Kota Mataram memperketat pengawasan hotel melati di Kecamatan Cakranegara yang beralih fungsi menjadi kos-kosan. Pendataan ulang melibatkan lurah hingga kepala lingkungan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan kenyamanan warga. Langkah ini menyusul menurunnya tingkat kunjungan hotel melati yang kalah bersaing dengan kos modern.
Camat Cakranegara, Irfan Syafindra, menginstruksikan seluruh lurah hingga kepala lingkungan di wilayahnya untuk mendata ulang eks hotel melati yang kini beroperasi sebagai kos-kosan. Instruksi ini dikeluarkan setelah pihaknya menghimpun informasi bahwa tingkat kunjungan hotel-hotel melati di kawasan tersebut jauh berkurang.
Mengapa Hotel Melati Beralih Fungsi
Perubahan perilaku pasar menjadi pemicu utama. Tamu lebih memilih kos modern yang menawarkan fasilitas lebih lengkap dengan harga harian lebih murah. Bangunan kos baru dengan perabot segar dan layanan lebih baik membuat hotel melati kalah bersaing.
"Mereka kalah bersaing dengan keberadaan kos-kosan elit. Harganya justru lebih murah kalau harian. Tetapi fasilitasnya lebih lengkap dan baru," ujar Irfan.
Wilayah yang Jadi Fokus Pengawasan
Kecamatan Cakranegara menjadi prioritas pendataan karena banyak hotel melati di sana yang beralih fungsi. Kawasan ini dikenal sebagai salah satu pusat akomodasi ekonomi di Kota Mataram, dekat dengan pasar dan pusat kuliner.
Pendataan ulang dilakukan di tingkat kelurahan hingga lingkungan agar setiap bangunan yang berubah fungsi terdata dengan akurat.
Potensi Risiko yang Diantisipasi
Irfan menyebut pengawasan penting untuk mencegah kegiatan yang mengganggu ketertiban warga sekitar. Beberapa risiko yang diantisipasi meliputi indikasi tindakan asusila, penyalahgunaan narkoba, hingga pencurian yang memanfaatkan suasana pondok kos yang sepi penghuni.
"Mulai dari indikasi tindakan asusila, penyalahgunaan narkoba, hingga tindak kejahatan seperti pencurian yang kerap memanfaatkan saat suasana pondok kos," tandasnya.
Dampak bagi Wisatawan dan Pelaku Usaha
Bagi traveler yang biasa menginap di hotel melati Mataram, perubahan ini bisa mempersempit pilihan akomodasi murah di kawasan Cakranegara. Wisatawan disarankan memesan kamar lebih awal, terutama saat musim liburan atau akhir pekan panjang.
Pelaku usaha hotel melati yang masih beroperasi perlu mempertimbangkan penyesuaian fasilitas agar tetap kompetitif. Informasi terkini soal status pendataan dan aturan alih fungsi dapat dikonfirmasi ke kantor kecamatan atau dinas pariwisata setempat.
Pendataan ulang ini menegaskan bahwa kawasan Cakranegara masih menjadi wilayah strategis untuk menginap di Mataram, meski lanskap akomodasinya tengah bergeser dari hotel melati ke kos modern.