NUSA TENGGARA BARAT — Apkasi tidak hanya menggandeng kementerian untuk sesi dialog. Sehari sebelumnya, ke-29 finalis juga dibekali kemampuan komunikasi publik dan media di studio TV One, Pulogadung, Jakarta. Mereka menjajal peran sebagai jurnalis dan presenter televisi—modal penting untuk menyuarakan potensi daerah dan program koperasi ke publik luas.
Koperasi Merah Putih Butuh Agen dari Generasi Milenial dan Gen Z
Menteri Koperasi Ferry Juliantono menilai ajang POI 2026 sangat strategis untuk memperkenalkan KDKMP ke kalangan muda. Menurutnya, citra koperasi harus didekonstruksi agar lebih modern dan relevan bagi milenial serta Gen Z.
"Saya meyakini para finalis POI pilihan Apkasi ini memiliki peran penting dalam membawa semangat perubahan dan kemajuan," ujar Ferry dalam sambutannya. Ia secara khusus meminta pemenang POI 2026 nantinya menjadi duta koperasi di daerah asal.
KDKMP sendiri diproyeksikan sebagai pusat kegiatan ekonomi tingkat desa yang mampu menciptakan lapangan kerja, memotong rantai distribusi panjang, serta memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat. Program ini menjadi salah satu unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Apkasi: Finalis Harus Jadi Jembatan Informasi ke Daerah
Direktur Eksekutif Apkasi, Sarman Simanjorang, menjelaskan bahwa pendekatan ke Kementerian Koperasi merupakan respons langsung terhadap visi besar presiden. Bukan sekadar seremoni, audiensi ini dirancang untuk membekali wawasan ekonomi strategis bagi para finalis.
"Dengan datang dan bertemu langsung dengan Bapak Menteri Koperasi, Apkasi berharap dapat menambah wawasan mendalam bagi para finalis, untuk kemudian disebarluaskan ke khalayak umum di daerah masing-masing," kata Sarman.
Hadir dalam audiensi tersebut Sekretaris Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi beserta jajaran, tim Yayasan Putri Otonomi Indonesia, dan Juara POI 2025, Salsa Melania Aquina. Ferry Juliantono menyambut baik inisiatif ini dan berharap menjadi awal kerja sama strategis yang saling menguatkan antara kementerian dan Apkasi.
Otonomi Daerah Bukan Sekadar Tata Kelola, Tapi SDM Muda
Melalui ajang POI 2026, Apkasi menegaskan bahwa otonomi daerah tidak berhenti pada urusan pemerintahan. Persiapan sumber daya manusia muda yang siap menjadi motor kebangkitan ekonomi dari desa menjadi prioritas. Pembekalan multidimensi—dari wawasan koperasi hingga kemampuan media—diharapkan membentuk karakter Putri Otonomi yang cerdas secara intelektual dan cakap dalam menyuarakan potensi daerah.