NUSA TENGGARA BARAT — Sepanjang tahun buku 2025, Pertamina Hulu Indonesia (PHI) membukukan kinerja produksi yang melampaui target. Rata-rata produksi minyak mencapai 44.420 barel per hari (bph), sementara produksi gas bumi tercatat 536,72 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) — setara 101,34 persen dari target yang dicanangkan.
Direktur Utama PHI Sunaryanto menjelaskan, pencapaian ini didorong oleh investasi berkelanjutan di sektor hulu. “Kami terus berinvestasi di industri hulu migas nasional sejalan dengan visi dan misi perusahaan, serta komitmen PT Pertamina Hulu Energi dan PT Pertamina (Persero) selaku subholding upstream dan holding,” ujarnya dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025, Kamis (4/6/2026).
Cadangan Melonjak 193 Persen dari Target
Tak hanya produksi, PHI juga mencatat penambahan cadangan migas kategori 1P sebesar lebih dari 70 juta barel setara minyak. Angka ini melampaui 193 persen dari target RKAP 2025.
Sunaryanto — akrab disapa Anto — menyebut keberhasilan ini tak lepas dari strategi selective investment dan inovasi filling the gap. “Kami juga mengoptimalkan baseline serta melakukan well intervention secara agresif,” tambahnya.
Dalam lima tahun terakhir, PHI mengebor 13 sumur eksplorasi dan 517 sumur eksploitasi di wilayah Kalimantan. Pada tahun buku 2025 saja, perusahaan menyelesaikan pengeboran 146 sumur pengembangan, 619 kegiatan workover, dan 9.783 kegiatan well service.
Laporan Keuangan Dinyatakan Wajar Tanpa Pengecualian
Dari sisi keuangan, auditor eksternal memberikan opini wajar tanpa pengecualian atas Laporan Keuangan Konsolidasi PHI per 31 Desember 2025. Laporan tersebut dinilai menyajikan secara wajar posisi keuangan grup serta kinerja dan arus kas konsolidasian — sesuai Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.
Kinerja positif PHI menjadi sinyal kuat bagi ketahanan energi nasional. Dengan produksi dan cadangan yang tumbuh, pasokan migas dari Kalimantan diharapkan terus berkontribusi memenuhi kebutuhan domestik di tengah tantangan penurunan produksi alami sumur-sumur tua.