NUSA TENGGARA BARAT — Ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) skala besar membayangi industri otomotif Eropa. Komisaris Ketenagakerjaan Uni Eropa, Roxana Minzatu, mengungkapkan bahwa konflik bersenjata antara AS dan Iran telah memicu kenaikan harga energi yang ekstrem, langsung menghantam sektor-sektor industri berat.
600.000 Pekerjaan Terancam di Sektor Otomotif
"Akibat perang di Timur Tengah, hingga 1,3 juta pekerjaan terancam," ujar Minzatu dalam konferensi pers, Rabu (3/6). Dari jumlah tersebut, sektor otomotif menjadi yang paling terpukul dengan potensi kehilangan hingga 600.000 lapangan kerja.
Perkiraan ini dirilis oleh Komisi Eropa dan mencakup sektor lain seperti konstruksi, logam, kimia, dan transportasi. Selain itu, 85.000 pekerjaan di proyek baterai dan 58.852 pekerjaan di manufaktur surya juga berisiko.
Dampak Berantai ke Rumah Tangga Berpenghasilan Rendah
Krisis energi ini tidak hanya mengancam pekerja pabrik. Rumah tangga berpenghasilan rendah diprediksi harus mengeluarkan tambahan 1,4 persen dari pendapatan mereka hanya untuk bahan bakar transportasi. Sektor manufaktur Eropa sendiri mempekerjakan sekitar 30 juta orang, sementara sektor jasa menyerap hampir 87 juta tenaga kerja.
Kenaikan harga energi yang dipicu konflik geopolitik ini menjadi pukulan telak bagi industri yang sedang berjuang melakukan transisi ke kendaraan listrik. Biaya produksi yang membengkak memaksa perusahaan untuk melakukan efisiensi, dan PHK menjadi opsi paling pahit.
Kia Sportage Hybrid Mulai Diproduksi di AS
Di tengah ketidakpastian global, Kia mengambil langkah strategis dengan memindahkan produksi Sportage Hybrid ke Amerika Serikat. Model hybrid dari SUV terlaris Kia itu kini mulai dirakit di Metaplant, Georgia, sejak 2 Juni lalu.
Langkah ini memungkinkan Kia menghindari tarif impor 15 persen yang sebelumnya dikenakan pada unit yang dirakit di pabrik Gwangju, Korea Selatan. Sportage Hybrid menjadi kendaraan pertama bermerek Kia sekaligus model hybrid pertama yang diproduksi di pabrik Georgia tersebut.
Stellantis Siapkan Investasi Besar untuk Peugeot Listrik
Sementara itu, Stellantis justru memperkuat komitmennya terhadap kendaraan elektrifikasi di Prancis. Pabrik Mulhouse di timur Prancis akan memproduksi tiga model Peugeot listrik dan hybrid baru mulai 2029.
Investasi senilai 400 juta euro (sekitar Rp 6,4 triliun) disiapkan untuk pabrik tersebut, ditambah 500 juta euro untuk penelitian dan pengembangan. Sebagian besar dana R&D akan dialokasikan untuk pengembangan platform STLA One, arsitektur baru yang dirancang untuk kendaraan elektrifikasi dan ditargetkan memproduksi dua juta mobil per tahun.
Ford Recall 420.000 Unit untuk Masalah Sabuk Pengaman
Ford kembali mengeluarkan recall besar-besaran. Kali ini, pabrikan asal AS itu menarik 420.000 unit SUV Ford Expedition dan Lincoln Navigator karena masalah pada sabuk pengaman.
Komponen sabuk pengaman dilaporkan dapat mengunci secara tidak semestinya, sehingga menghalangi mekanisme ekstensi saat akan digunakan atau retraksi saat tidak dipakai. Pemilik unit yang terdampak akan mendapatkan perbaikan gratis di dealer resmi Ford.