NUSA TENGGARA BARAT — Laga final antar dua raksasa Eropa ini menyajikan duel yang sudah dinanti sejak awal musim. Puskas Arena di Budapest menjadi saksi pertemuan PSG dan Arsenal yang sama-sama haus gelar juara.
Starting XI PSG: Tanpa Gyokeres dari Menit Awal
Keputusan pelatih PSG untuk tidak memasang Viktor Gyokeres sebagai starter langsung menjadi sorotan. Penyerang asal Swedia itu harus rela memulai laga dari bangku cadangan.
Formasi yang diturunkan PSG tetap mengandalkan lini depan yang gesit. Namun, absennya Gyokeres di 11 pertama memberikan sinyal taktik berbeda yang disiapkan tim asuhan Luis Enrique.
Arsenal Tampil dengan Kekuatan Penuh
Berbeda dengan PSG, Arsenal datang dengan skuad terbaiknya. The Gunners tidak melakukan banyak kejutan dalam susunan pemain yang dirilis jelang kick-off.
Lini tengah Arsenal yang solid menjadi kunci utama mereka musim ini. Duet gelandang serang mereka siap membongkar pertahanan PSG yang dikenal rawan bola-bola mati.
Head-to-Head dan Apa yang Dipertaruhkan
Kedua tim belum pernah bertemu di final kompetisi ini sebelumnya. PSG datang dengan ambisi meraih gelar Liga Champions perdana, sementara Arsenal ingin mengulang kejayaan musim 2003/2004.
Catatan pertemuan terakhir menunjukkan kedua tim sama-sama dalam performa apik. PSG tak terkalahkan dalam 12 laga terakhir, sedangkan Arsenal hanya kalah sekali dari 10 pertandingan terakhir di semua ajang.
Kunci Pertandingan: Transisi Cepat vs Penguasaan Bola
Pertandingan diprediksi berlangsung ketat dengan dua gaya bermain bertolak belakang. PSG diuntungkan dengan kecepatan sayap mereka, sementara Arsenal lebih nyaman mengontrol tempo permainan.
Keputusan mencadangkan Gyokeres bisa menjadi pedang bermata dua. Jika PSG tertinggal di babak pertama, kehadiran sang penyerang di babak kedua bisa menjadi senjata pamungkas.
Jadwal kick-off pukul 23.00 WIB memastikan penggemar sepak bola Indonesia bisa menyaksikan langsung duel dua raksasa Eropa ini.