Pencarian

Sentra Kuliner Udayana Mataram Rp1,6 Miliar Kini Terbengkalai, Hanya Ramai Seminggu saat Launching

Selasa, 19 Mei 2026 • 15:13:07 WIB
Sentra Kuliner Udayana Mataram Rp1,6 Miliar Kini Terbengkalai, Hanya Ramai Seminggu saat Launching
Sentra Kuliner Udayana Mataram menunjukkan tanda-tanda kerusakan dan ketidakterawatan.

Pantauan langsung di lokasi menunjukkan kondisi bangunan yang mulai memprihatinkan. Dinding-dinding lapak tampak dipenuhi jamur dan noda hitam, sementara beberapa material bangunan lapuk akibat terpapar cuaca. Kawasan yang seharusnya menjadi pusat kuliner andalan Pemkot Mataram itu kini terkesan kumuh dan tidak terawat.

Dari total 18 hingga 20 unit lapak yang tersedia, hanya tiga pedagang yang masih nekat berjualan. Mereka mengeluhkan sepinya pengunjung yang tak kunjung membaik sejak proyek diresmikan pada Maret 2024 lalu.

Pedagang: Ramai Cuma Seminggu, Kini Malah Rawan Maling

Salah satu pedagang yang masih bertahan, Nur, mengungkapkan kekecewaannya. Menurutnya, keramaian hanya terjadi saat peluncuran perdana sentra kuliner tersebut.

"Katanya waktu launching (Maret 2024) itu memang sempat ramai, tetapi cuma bertahan full seminggu saja. Setelahnya langsung sepi dan banyak pedagang yang kosong karena tidak ada pembeli," ujar Nur kepada NTBSatu.

Ia menambahkan, kondisi semakin tidak kondusif karena area tersebut rawan kriminalitas. "Malam-malam kalau tidak ditungguin (dijaga), banyak maling. Banyak barang-barang pedagang yang hilang," ungkapnya. Nur sendiri mengaku mendapatkan jatah lapak secara gratis dari keluarganya yang bekerja di Pemkot Mataram.

Pemkot Beri Tenggat Tiga Bulan, Siap Gandeng Dinas Pariwisata

Menanggapi kondisi ini, Kepala Dinas Perdagangan Kota Mataram, Irwan Harimansyah, mengakui bahwa seluruh lapak sebenarnya sudah memiliki pemilik atau terdata nama kuotanya. Namun, para pedagang tersebut belum kembali aktif setelah masa peluncuran.

"Orangnya sudah ada namanya, tetapi mereka belum aktif lagi. Dulu pernah aktif sekali pada saat launching itu doang, ada seminggu," kata Irwan.

Ia menegaskan pihaknya tidak akan tinggal diam melihat aset miliaran rupiah ini telantar. Dinas Perdagangan memberikan batas waktu tiga bulan bagi para pemilik lapak untuk segera berembuk menentukan nasib usaha mereka. "Saya kasih waktu tiga bulan mereka berembuk," tegasnya.

Menjawab keluhan pedagang yang meminta adanya event untuk mengundang pengunjung, Irwan berjanji akan mencari solusi. Rencananya, dinas akan bersinergi dengan Dinas Pariwisata Kota Mataram untuk menghidupkan kembali kawasan tersebut.

"Dia (pedagang) minta ada event–event segala, nanti kita kerja sama dengan pariwisata," tutupnya.

Bagikan
Sumber: ntbsatu.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks