Pencarian

Wamendagri Bima Arya Turun Langsung Bersihkan Pantai Senggigi, Minta Pemda Tak Anggap Remeh Sampah

Selasa, 19 Mei 2026 • 12:57:42 WIB
Wamendagri Bima Arya Turun Langsung Bersihkan Pantai Senggigi, Minta Pemda Tak Anggap Remeh Sampah
Wakil Mendagri Bima Arya memimpin aksi bersih Pantai Senggigi bersama ASN dan praja IPDN NTB.

MATARAM — Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto memimpin langsung aksi bersih-bersih Pantai Senggigi, Lombok Barat, Selasa (19/5/2026). Kegiatan itu melibatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) setempat dan para praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Regional Nusa Tenggara Barat (NTB).

Gerakan ini merupakan bagian dari program nasional Indonesia ASRI—akronim dari Aman, Sehat, Resik, dan Indah. Bima menegaskan, program itu bukan agenda musiman yang selesai begitu acara rampung.

"Ada satu hal yang dititipkan oleh Presiden kepada seluruh kepala daerah dan Pak Menteri (Menteri Dalam Negeri) minta kita mengawal itu, mengawasi itu, yaitu gerakan ASRI, aman, sehat, resik, dan indah kita kawal," kata Bima dalam apel pagi sebelum aksi bersih-bersih.

Presiden Beri Perhatian Khusus ke Lombok

Menurut Bima, Presiden Prabowo secara spesifik menyoroti daerah wisata seperti Lombok. Kepala negara meminta agar destinasi favorit wisatawan mancanegara itu selalu terjaga kebersihannya.

Ia pun mengingatkan pemerintah daerah tidak boleh abai terhadap persoalan sampah. Pengelolaan limbah yang bijak, kata dia, menjadi kunci menjaga citra pariwisata.

"Tadi [lari pagi] bersama adik-adik praja ini, dan di sepanjang jalan kami masih melihat juga timbunan-timbunan sampah. Itu PR (pekerjaan rumah) kita," ujarnya.

Belajar dari Komunitas Peduli Ciliwung

Bima mencontohkan praktik baik dari Komunitas Peduli Ciliwung di Bogor. Komunitas itu, menurutnya, sudah aktif membersihkan sungai dan taman selama belasan tahun—bukan hanya saat ada acara resmi.

"Jadi kita ingin ini menjadi bagian kesadaran kolektif kita semua," tambahnya.

Ia berharap para kepala daerah mampu membumikan gerakan ASRI melalui program yang berjalan dari hulu ke hilir. Turun ke lapangan, menurut Bima, lebih penting daripada sekadar duduk di belakang meja.

Pesan untuk Praja IPDN: Jangan Terjebak Seremoni

Dalam kesempatan itu, Bima menitipkan pesan khusus kepada para praja IPDN yang hadir. Ia meminta mereka kelak ketika menjadi kepala daerah tetap dekat dengan warga dan aktif bekerja di lapangan.

"Saya titipkan, kalian harus terus turun ke lapangan. Jangan terjebak di belakang meja, jangan terjebak ke acara seremoni," tandasnya.

Apel pagi tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Lombok Barat Nurul Adha, Sekretaris Daerah Provinsi NTB Abul Chair, Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri Akmal Malik, serta Forkopimda se-NTB.

Bagikan
Sumber: kumparan.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks