NUSA TENGGARA BARAT — Kontroversi keputusan wasit kembali mewarnai Premier League. Kali ini, laga Manchester United vs Nottingham Forest pada pekan lalu menjadi sorotan setelah gol Matheus Cunha pada menit ke-55 seharusnya dianulir. Insiden berawal dari umpan yang mengenai paha kanan Mbeumo, lalu memantul ke lengan kanannya sebelum ia mengontrol bola dan melepaskan tembakan.
Webb: Wasit Terlalu Lunak pada Aturan Handsball
Dalam komunikasi dengan Nottingham Forest, Webb menilai Salisbury terlalu longgar menafsirkan aturan handsball Premier League. Aturan memang memberikan kelonggaran untuk gerakan alami pemain. Namun, Webb menilai Mbeumo secara jelas mengontrol bola dengan lengannya sebelum melepaskan tembakan yang kemudian ditepis dan berujung gol Cunha.
Webb menegaskan, saat asisten wasit video (VAR), Matt Donohue, meminta Salisbury meninjau insiden tersebut di monitor, seharusnya keputusan di lapangan dibatalkan. Donohue sudah memberikan sinyal kuat bahwa terjadi pelanggaran handsball.
Mbeumo “Menggendong” Bola, Bukan Sekadar Tidak Sengaja
Mantan wasit Premier League, Dermot Gallagher, memberikan analisis tajam. Menurutnya, Mbeumo tidak sekadar terkena bola secara tidak sengaja. "Dia menggendong bola antara lengan dan pahanya," ujar Gallagher di Sky Sports News. "Lengannya bergerak ke dalam, itu yang membuat bola diam. Bola berhenti di tubuhnya. Itu jelas handsball."
Gallagher menambahkan, Salisbury seperti terbuai oleh arahan bahwa bola yang mengenai tangan setelah dari bagian tubuh lain dianggap tidak sengaja. "Tapi kasus ini benar-benar berbeda. VAR sudah melakukan tugasnya dengan baik, mengirimnya ke monitor. Sayang, keputusan akhir tetap salah," tegasnya.
Apa Artinya bagi Nottingham Forest dan Premier League?
Pengakuan Webb ini menjadi pukulan telak bagi Nottingham Forest yang kehilangan poin penting. Kekalahan 2-3 dari Manchester United membuat mereka tertahan di papan tengah klasemen. Bagi Premier League, insiden ini kembali membuka diskusi tentang konsistensi penerapan aturan handsball dan efektivitas VAR.
Webb sendiri dikenal sebagai sosok yang vokal dalam memperbaiki kualitas kepemimpinan wasit. Langkahnya mengakui kesalahan secara langsung kepada klub menunjukkan transparansi yang jarang terjadi. Namun, bagi Forest, pengakuan itu tak mengubah hasil akhir pertandingan.